Industri Teknologi Finansial Indonesia Semakin Berjaya

Industri Teknologi Finansial Indonesia Semakin Berjaya
info gambar utama

Industri Teknologi Finansial (Tekfin) kembali menunjukan pertumbuhan yang sangat baik tahun 2017 yang lalu. Menurut Ajisatria Suleiman, Direktur AFTECH karena adanya regulasi yang semakin baik, tingkat literasi keuangan yang baik khususnya di pasar millennial, memberikan kepastian yang baik antar para pemangku kepentingan unruk memperkuat ekosistem Tekfin dalam negeri.

Di Indonesia kini telah ada sebanyak 235 perusahaan tekfin yang aktif menurut data tahunan dari AFTECH. Sub sektor pembayaran masih terus mendominasi, yaitu sebesar 39 persen, kemudian sub sektor pinjam-meminjam sebesar 32 persen.

Hal ini bisa terjadi juga tak luput dari terbitnya Peraturan Jasa Keuangan (PJOK) terkait sistem sistem pinjam-meminjam online (P2P lending) pada akhir tahun lalu. Hasilnya, data OJK melaporkan jumlah transaksi P2P lending hingga November 2017 mencapai Rp 2,2 triliun.

Jjka di lihat dari target pasar, pengguna layanan tekfin datang dari kelompok millineal kelas menenagah yang berusia 25 hingga 35 tahun dengan pendapatan lima hingga lima belas juta rupiah perbualan, para kelas millineal ini juga memiliki bekal literasi digital yang baik dan yang sudah terbiasa dengan teknologi.

Selain itu AFTECH juga telah banyak melakukan kolaborasi dengan banyak bank di Indonesia, baik secara langsung, yaitu sekitar 77% perusahaan dan tidak langsung, yaitu sebanyak 67%

“Kolaborasi atau co-kreasi merupakan salah satu ciri khas tekfin. Sinergi yang strategis antara pelaku usaha dapat mendorong pengalaman yang lebih baik untuk konsumen melalui platform yang lebih luas. Kami optimis industri tekfin dapat terus mendukung pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Target inklusi keuangan negara adalah untuk mencakup 75% masyarakat pada tahun 2019, dari 36% di tahun 2014. Hal ini menegaskan bahwa kita masih harus menempuh perjalanan panjang, dan hanya dapat tercapai jika kita semua berkolaborasi,” jelas Ketua Umum AFTECH Niki Luhur

Pertumbuhan industri Tekfin di tahun 2017 juga tidak lepas dari dukungan positif pemerintah melalui berbagai regulasi dan inisiatif yang diluncurkan sepanjang tahun. Hal ini dirasakan oleh pelaku usaha yang secara umum dilaporkan puas dengan kinerja baik Bank Indonesia (BI) dan OJK sepanjang tahun 2017. Ke depannya, pelaku usaha berharap terjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik dengan para regulator, serta terdapat peta jalan (roadmap) pemerintah yang lebih jelas terkait pengembangan industri.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini