Antusiasme Masyarakat Menonton Gerhana Bulan Total

Antusiasme Masyarakat Menonton Gerhana Bulan Total
info gambar utama

Indonesia baru saja melewati peristiwa yang sangat istimewa. Yaitu sebuah fenomena gerhana bulan total yang hanya terjadi 150 tahun sekali. Fenomena gerhana bulan kali ini merupakan paket lengkap, pasalnya, fenomena kali ini merupakan fenomena supermoon, sekaligus bluemoon.

Supermoon atau bulan purnama dan bluemoon akan melewati bayangan (umbra) bumi, di mana saat terjadi gerhana bulan total, bulan berwarna kemerahan seperti sebuah tembaga sehingga ada istilah bloodmoon.

Masyarakat Indonesia semalam telah menikmati fenomena alam ini pada pukul 20.29 WIB, 21.29 WITA, dan 22.29 WIT.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun juga ikut memberikan dukungan, dengan cara membuka sejumlah titik untuk menonton gerhana bulan ini, yaitu di Planetarium, Gedung Fattahilah Jakarta, Monumen Nasional, dan Pantai Ancol.

Salah satu titiknya, yaitu Planetarium, dipenuhi oleh banyak orang yang menonton gerhana bulan. Kepala Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi TIM Eko Wahyu mengatakan gelaran nonton bareng (nobar) gerhana bulan total di tempatnya berlangsung kurun waktu 17.00-23.00 WIB. Eko juga menganggap bahwa gelaran nobar ini juga merupakan salah satu ajang edukasi bagi masyarakat.

“Ini adalah ajang edukasi, ya untuk masyarakat terutama buat anak-anak. Agar mereka tahu istilah-istilah astronomi. Apa itu blood moon, supermoon, gerhana dan bagaimana prosesnya,” kata Eko saat ditemui di TIM, Cikini, Jakarta, Rabu (31/1) seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com

Dalam gelaran nobar gerhana bulan di Planetarium Jakarta, juga ada para relawan dari Perhimpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) yang membantu menyediakan 9 teropong bagi pengunjung, mereka juga memberikan penjelasan mengenai fenomena gerhana kepada pengunjung.

Planetarium sendiri melalukan penelitian dalam kesempatan ini. Salah satu datanya adalah untuk mengecek tingkat polusi di udara dan melihat pembiasan cahaya untuk dibandingkan dengan gerhana sebelumnya.

Sementara itu di tempat yang lain, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga membuka nobar fenomena gerhana bulan total di Bandung secara gratis. Para peserta nobar menyaksikan gerhana bulan total lewat teleskop yang berada di bak gedung.

Selain di Bandung, LAPAN juga melakukan pengamatan gerhana bulan di Pameumpeuk, Tanjungsari, Watukosek, Pontianak dan Biak.

Berikut adalah beberapa foto fenomena Gerhana Bulan Total yang dilansir dari beberapa akun Instagram :

A post shared by Parulian 蔡奕崇 (@parulian_tjua) on

A post shared by Patra Rizki Syahputra (@patrarizki) on


Sumber: cnnindonesia.com, tirto.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini