Ilmuwan Indonesia kembali mendapatkan penghargaan bergengsi dunia. Kali ini seorang ilmuwan bio teknologi kelahiran Medan, Pro. Dr. Irwandi Jaswir yang mendapatkan penghargaan King Faisal International Prize 2018. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan yang diberikan untuk sosok yang berkontribusi dalam dunia Islam. 

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia (28/3) Prof. Irwandi yang juga dikenal sebagai professor spesialis sains halal itu mendapatkan penghargaan dalam kategori Jasa Kepada Islam (service to Islam). Penghargaan tersebut diberikan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud di Riyadh, Arab Saudi. 

Dura Besar RI merangkap Tetap Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan bahwa pihaknya merasa bangga karena penghargaan ini. "Sebagai wakil pemerintah Indonesia di Arab Saudi, saya merasa sangat bangga dan terharu karena setelah sekian lama baru kali ini ada anak bangsa yang kembali memperoleh penghargaan dari Yayasan Raja Faisal. Hebatnya lagi penghargaan ini diserahkan langsung oleh Raja Arab Saudi," ungkapnya.

Dubes Agus pun menyatakan bahwa penghargaan ini merupaakn penghargaan nyata dunia internasional untuk para intelektual Indonesia. Di malam penghargaan tersebut, bendera Merah Putih bersanding dengan lima bendera lain yakni Saudi Arabia, Inggris, Amerika Serikat, Yordania, dan Tunisia. Bendera-bendera ini menunjukkan negara asal para penerima penghargaan pada malam itu. 

Profesor Irwandi merupakan ilmuwan Indonesia lulusan Institut Pertanian Bogor yang berkontribusi besar dalam pengembangan Halal Science. Berkat penelitian dan penemuannya, umat Islam menjadi lebih mudah untuk mendeteksi unsur haram dalam makanan atau produk lainnya seperti obat dan kosmetik. 

Ia menyelesaikan S1-nya di Institut Pertanian Bogor dan melanjutkan S-2 serta S-3 di International Islamic University Malaysia (IIUM). Publikasi internasional Profesor Irwandi Jaswir terdiri dari 75 tulisan ilmiah, 30 buku dan 150 karya ilmiah selain 60 jenis penghargaan nasional dan internasional yang telah dikantonginya.

Dalam sambutannya, Professor Irwandi mengajak kepada seluruh peneliti Islam di seluruh dunia untuk terus berkarya dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan penelitian ilmiahnya untuk dunia Islam. Menurutnya hal tersebut adalah sebuah sumbangan untuk kemanusiaan. Ia juga dengan terbata-bata menahan haru, menyampaikan ucapan terima kasih kepada sang ibu yang turut hadir di forum serta untuk mendiang ayah. 

Penghargaan King Faisal Prize sendiri diberikan pada lima kategori yakni Jasa Kepada Islam (Service to Islam), Studi Islam (Islamic Studies) diberikan kepada Professor Bashar Awad dari Yordania, Bahasa Arab dan Literature (Arabic Language and Literature) Professor Chokri Mabkhout dari Tunisia, Obat (Medicine) untuk Professor James P. Alisson dari Amerika Serikat, dan Sains (Science) untuk Professor Sir John M. Ball dari Inggris. 

Profesor Irwandi Jaswir merupakan orang kedua setelah Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri ke-5 Indonesia) yang menerima penghargaan yang seringkali disebut "Nobel" dalam dunia Arab dan Islam itu. Sementara tokoh dunia lain yang pernah mendapat penghargaan ini antara lain Abul Hasan an-Nadwi dari India, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan, Syeikh Hasanain Makhlouf, Syeikh Gad al-Haq Ali Gad al-Haq, M. Natsir dari Indonesia, Roger Garaudy, Universitas al-Azhar, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dan semua Raja Saudi pasca Raja Faisal.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu