Indonesia merupakan negara dengan luas yang menakjubkan. Bila dihitung dari panjang Sabang di barat hingga Merauke di timur, panjang Indonesia sama dengan jarak antara negara Inggris hingga Iran. Luas wilayah Indonesia inilah yang kemudian menuntut adanya transportasi yang dapat diandalkan, salah satunya adalah kereta. 

Teknologi transportasi kereta sejatinya telah ditemukan manusia sejak ditemukannya roda. Sejak saat itu transportasi kereta terus berkembang dan mencapai titik revolusioner saat mesin penggerak berbasis uap digunakan pada kereta. Kini, pengembangan kereta bahkan telah mampu membuat kereta bergerak dengan menggunakan prinsip magnet. Meski teknologi kereta begitu maju, kereta masih memiliki kekurangan seperti halnya transportasi darat lainnya, yakni memiliki batas kecepatan sehingga untuk mencapai jarak yang jauh kereta masih kalah dengan transportasi udara. Akibatnya perjalanan menggunakan kereta akan membuat penumpang kelelahan. 

Masalah kelelahan penumpang inilah yang kemudian coba diselesaikan dengan konsep kereta dengan tempat tidur atau yang dikenal dengan Sleeper Train. Sejatinya, konsep kereta dengan tempat tidur ini bukanlah hal yang baru. Tercatat pada abad 19an, di Amerika Serikat telah terdapat Sleeper Train. Namun di Indonesia kereta dengan konsep ini baru akan diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). 

Sebagaimana diberitakan oleh Sindonews (13/3), Direktur Operasi dan Administrasi PT Kereta Api Pariwisata, Sunarjo mengatakan bahwa pihaknya akan membuat kereta wisata berkonsep Sleeper Train. Kereta ini nantinya akan dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA). 

"Jadi kita mau buat Sleeper Train seperti beberapa negara yang memiliki kereta wisata. Sleeper Train ini bisa buat perjalan jarak jauh. Kita lihat pasarnya seperti di Surabaya dan Yogyakarta, karena destinasinya luar biasa sekali di sana," kata Sunarjo. 

INKA yang ditunjuk sebagai produsen Sleeper Train pun mendukung program ini dalam kolaborasi Sinergi BUMN. INKA menilai sinergi antara INKA dengan PT KAI akan menguntungkan negara dan juga mengutamakan karya anak bangsa. "Jadi kita tidak impor dari luar bikin keretanya. Kan kita ada INKA jadi mereka yang buat. Kita mendukung pemerintah untuk Sinergi BUMN," tambah Sunarjo.

Ia pun menjelaskan bahwa nantinya Sleeper Train ini akan memiliki kapasitas 28 kursi dengan beebrapa fasilitas yang akan memanjakan penumpang.

Di beberapa negara di dunia, Sleeper Train digunakan sebagai kereta untuk perjalanan yang tidak bisa diselesaikan dalam satu hari. di Australia misalnya, kereta ini akan melaju menjelajah benua dari Sydney ke Perth yang disediakan oleh Great Southern Rail. Sementara di Asia Tenggara, Malaysia, Vietnam dan Thailand adalah negara yang telah mengimpelementasikan konsep kereta ini untuk jalur-jalur yang menembus hutan. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu