10 Maskapai dengan Jumlah Penerbangan Terbanyak di ASEAN

10 Maskapai dengan Jumlah Penerbangan Terbanyak di ASEAN
info gambar utama

Maskapai AirAsia sedang bersiap untuk mengambil alih posisi pada peringkat kedua dengan jumlah penerbangan terbanyak di ASEAN, mengalahkan Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Sedangkan posisi pertama masih dipegang oleh Lion Group sejak 2014.

AirAsia group berencana untuk mengembangkan armada kapalnya hingga 13%, menambahkan hingga 211 pesawat terbang di tahun 2018 ini. Pada tahun 2017 armada kapalnya juga meningkat sejumlah 13%, melampaui pertumbuhan armada kapal di ASEAN secara keseluruhan sebesar 6%.

Airasia di KLIA 2 | Sumber: The Island Logic
Airasia di KLIA 2 | Sumber: The Island Logic

AirAsia X selaku sister airline AirAsia group di tahun 2018 ini berencana untuk menambah jumlah armada kapal bahkan lebih ambisius, sebesar 30%, namun mengingat jumlah pesawat yang dioperasikan saat ini hanya 30 buah, 30% dari jumlah tersebut masih lebih kecil dibanding maskapai AirAsia. AirAsia X Group terdiri dari tiga maskapai, berbasis di ASEAN, dengan pengoperasian A-330. Sedangkan AirAsia Group terdiri dari enam maskapai - dengan empat yang merajai ASEAN - dengan pengoperasian A-320.

Lion bertahan di posisi memimpin

17 pesawat tambahan di 2017 menjadikan VietJet sebagai maskapai dengan pertumbuhan tercepat ketiga di ASEAN berdasarkan jumlah pesawat (setelah AirAsia dan Lion). Namun, pertumbuhan rata-rata dari VietJet, sebesar 45%, secara signifikan lebih cepat. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pertumbuhan AirAsia di tahun 2017 sebesar 13%, sedangkan Lion hanya 8%.

Lion Air | Sumber: aviationweek.com
info gambar

Lion baru saja menandatangani kontrak pembelian 50 Boeing 737 Max 10, untuk mempertahankan marginnya. Lion akan tetap menjadi grup maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara dengan margin yang relatif luas - bahkan jika AirAsia X dan AirAsia digabungkan.

Lion Group memiliki lima maskapai di Asia Tenggara berbasis di tiga negara, sedangkan AirAsia dan AirAsia X digabungkan memiliki delapan maskapai di Asia Tenggara di empat negara. Keduanya hadir di Indonesia, Malaysia, dan Thailand; serta Filipina bagi AirAsia.

 GA dan SIA | Sumber: Shin Suzuki / Flickr
info gambar

Belum ada rencana untuk meningkatkan jumlah armada kapal di tahun 2018 bagi maskapai Garuda Indonesia. Maskapai induk ini telah menangguhkan semua pengiriman di 2018nya. Anak perusahaannya, maskapai berbiaya rendah Citilink masih mengambil tiga buah A320neo, namun mengembalikan tiga A320ceo.

Singapore Airline Group akan memiliki 200 buah pesawat di akhir tahun 2018.

Malaysia Airlines, Thai Airways dan Vietnam Airlines – juga melakukan hal yang sama seperti Garuda Indonesia, belum ada rencana peningkatan jumlah armada kapal di 2018.

Malaysia Airlines berencana akan menerima kiriman empat buah A350 (penambahan dari dua buah yang telah diterima pada bulan Desember 2017 lalu) dan enam buah A330 bekas. Namun enam armada kapal A380 diberhentikan, menjadikan pertumbuhan absolutnya hanya empat buah pesawat saja. Anak perusahaan Malaysia Airlines Group Firefly dan MASwings juga tidak berencana untuk merambah ekspansi di 2018.

Thai Airways dan MAS | Sumber: Flyertalk.com
info gambar

Sedangkan Thai Airways hanya berencana untuk menambah jumlah pesawat sebanyak satu buah di 2018 ini, dari pemberhentian empat buah pesawat mengimbangi penambahan lima pesawat baru. Dua maskapai lainnya dalam group ini, anak perusahaan Thai Smile dan maskapai berbiaya rendah Nok, juga tidak ada rencana untuk menambahkan armada kapal.

Vietnam Airlines berencana untuk mengembangkan jumlah penerbangan dengan fase lebih cepat, namun group tersebut hanya akan menambahkan tidak lebih dari 10 buah pesawat. Maskapai induk ini akan menerima pengiriman A321neo dan penambahan A350 pada gelombang pertamanya di 2018 ini, dengan sebagian menggantikan beberapa pemberhentian pesawat. Dua maskapai lainnya di dalam group ini, maskapai berbiaya rendah Jetstar Pacific dan operator turboprop VASCO, tidak berencana untuk menambahkan jumlah armada kapalnya.

Sumber: Seasia.co
info gambar

Lion mengambil posisi teratas dari Garuda Indonesia dan Singapore Airlines di 2014 lalu menjadikannya maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak di Asia Tenggara. Sejak saat itu Garuda Indonesia dan SIA bertahan di posisi kedua dan ketiga. Dengan jumlah armada kapal yang dimiliki pada akhir 2017 sebanyak 192 buah pesawat bagi Garuda Indonesia dan 191 bagi SIA, menurut database penerbangan dari CAPA.


Sumber: Seasia.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini