Misteri Makhluk Halus di Sekitar Lereng Gunung Merapi

Misteri Makhluk Halus di Sekitar Lereng Gunung Merapi
info gambar utama

Merapi selain menampilkan keindahan alamnya juga memiliki sekelumit kisah mistis. Mitos makhluk halus ini masih banyak dipercaya oleh masyarakat sekitar lereng Merapi hingga kini. Bagi masyarakat Merapi, keberadaan makhluh halus tersebut ada yang bersifat baik dan ada pula yang membawa hal buruk.

Sosok makhluk bersifat baik atau positif ini diantaranya adalah leluhur dan dhanhyang. Leluhur adalah semua roh orang sekitar Merapi yang telah meninggal. Masyarakat setempat meyakini bahwa Merapi adalah sebuah Keraton bagi arwah orang baik. Leluhur inilah yang menjaga desa dari hal buruk. Sedangkan dhanhyang adalah makhluk penolong yang percaya pada kekuasaan Tuhan. Dhanhyang memiliki nama berdasarkan desa sekitar lereng seperti dhanhyang desa Wukirsari, dhanhyang desa Pijen dan sebagainya.

Adapun makhluk halus yang membawa sifat negatif biasa disebut dengan lelembut. Lelembut ini biasa mengganggu masyarakat, membuat ketakutan serta hal buruk lainnya. Masyarakat di lereng Merapi terutama bagian utara dan selatan menggolongkan lelembut dalam beberapa wujud diantaranya sebagai berikut :

Banaspati

Sosok banaspati adalah bola api yang muncul dari tanah yang retak secara tiba-tiba. Bola api ini kemudian membesar membentuk ular berkepala manusia yang menjulurkan lidah api menghisap manusia. Konon, banaspati ada di tempat angker seperti kuburan, sungai, hutan dan lainnya.

Wewe

Lelembut ini berjenis kelamin wanita dengan buah dada besar hingga ke bawah perut. Rambutnya diurai dan hanya memakai kain panjang sebatas perut. Orang yang diculik wewe merasa diajak oleh seseorang atau kenalannya ke tempat tertentu. Wewe juga menculik anak-anak dengan menjepitnya di ketiak. Anak tersebut dibawa keluar desa lalu ditempatkan di atas pohon tinggi.

Genderuwo

Makhluk halus berkelamin laki-laki bertubuh tinggi besar dan hitam. Kegemaranya adalah menggoda wanita saat sang suami bepergian. Genderuwo tinggal di pohon randu besar yang ada di desa maupun di hutan. Pada waktu tertentu, genderuwo kadang bisa menjelma jadi lelaki tampan untuk menarik perhatian wanita yang digodanya.

Peri

Sama halnya dengan genderuwo, peri adalah lelembut penggoda. Peri muncul dengan paras cantik, wangi dan rambut terurai hingga punggung. Dan di punggungnya terdapat lubang berbau busuk. Sosok ini di tempat lain juga dikenal dengan sebutan sundel bolong. Biasanya menggoda para pria hidung belang di tempat-tempat sepi dan angker.

Wedon

Berasal dari roh manusia jahat yang tali kafannya lupa dilepas. Atau dengan kata lain, wedon ini adalah pocong di daerah lain nusantara. Tempat tinggal makhluk ini adalah di kuburan angker.

Jrangkong

Seperti wedon, jrangkong juga berasal dari roh jahat. Wujudnya berupa kerangka manusia melayang-layang menakuti manusia. Kemunculannya diiringi dengan suara ‘klithik’ karena tulangnya saling bersentuhan satu sama lain. Selain jrangkong ada pula makhluk thethekan. Sosoknya tidak diketahui bentuknya dan hanya mengeluarkan suara aneh yang menakutkan untuk menggoda manusia. Dia muncul di tengah hutan dengan suara ‘thethek’ saat menakuti manusia.

Gundhul Pringis

Lelembut ini berasal dari roh manusia berwujud kepala gundul yang bergerak menggelinding layaknya bola. Saat menakut-nakuti manusia makhluk ini biasanya kerap menunjukkan wajah meringis. Itulah mengapa sosoknya disebut dengan gundhul pringis.

Indonesia memang kaya kana budaya dan mitos. Percaya atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya. Namun yang utama adalah jangan sampai kepercayaan ini membuat kita lupa akan kebesaran Tuhan. Karena Tuhan adalah Maha Segalanya.

Sumber :

  • Lucas Sasongko Triyoga. 2010. Merapi dan Orang Jawa : Persepsi dan Kepercayaannya. Jakarta : Grasindo

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini