"I'm leaving on a jet plane...."

Tidak asing dengan sepotong lirik lagu yang dinyanyikan oleh Chantal Kreviazuk di atas bukan? Tentu saja, bukan hanya karena lagunya yang memang hits tetapi juga dengan semakin terjangkaunya harga tiket penerbangan, membuat berpergian dengan pesawat menjadi alternatif yang lebih menjanjikan dibanding harus membuang waktu berpergian menggunakan transportasi kapal laut, kereta api, maupun moda transportasi darat lainnya.

Banyak sekali memang yang harus diperhatikan guna kenyamanan selama perjalanan terutama perjalanan dengan pesawat terbang. Seringkali kita menilai kenyamanan berpergian dengan pesawat terbang dari segi maskapai yang akan digunakan. Entah itu harga, ketepatan waktu, fasilitas, ataupun layanan pesawat.

Selain itu sesungguhnya hal yang perlu diperhatikan pula adalah Bandar Udara dari mana dan kemana pesawat yang anda tumpangi akan terbang. Karena banyak hal pula sebuah Bandar Udara dapat mempengaruhi kenyamanan penumpang pesawat. Salah satunya adalah ketepatan waktu.

Seperti yang kita tahu, banyak maskapai dan Bandar Udara terbaik di dunia berada Asia Tenggara. Bahkan, Bandar Udara terbaik nomer satu berada di kawasan ini, Bandar Udara Changi, Singapura. Terdapat pula dua dari 10 maskapai bintang lima dunia, yakni Singapore Airlines dan Garuda Indonesia.

Sudah sering sekali dibahas mengenai peringkat ketepatan waktu maskapai penerbangan. Bagaimana dengan tempat pesawat-pesawat tersebut take-off dan landing? OAG, sebuah pusat informasi mengenai perjalanan udara yang berbasis di Inggris telah mengeluarkan laporan terbarunya (April 2018) mengenai performa Bandar Udara dalam hal ketepatan waktu menerima dan memberangkatkan penerbangan.

Berdasarkan laporan dari OAG, maskapai dan Bandar Udara harus menyediakan data setidaknya 80% dari keseluruhan jadwal penerbangan agar bisa turut dinilai. Penerbangan yang tiba atau berangkat dalam kurun waktu 14 menit hingga 59 detik dari jadwal dianggap mencapai ketepatan waktu atau on-time performance (OTP), sedangkan penerbangan yang dibatalkan tidak ikut dihitung.

Seasia telah menyusun data tersebut berdasarkan 20 Bandar Udara di Asia Tenggara yang menangani setidaknya 1000 penerbangan dan menggolongkannya berdasarkan ketepatan waktunya. Bandar Udara Sidoarjo, Juanda berada di posisi peringkat nomer satu dengan tingkat ketepatan waktu yang tinggi senilai 95.5%, diikuti oleh Bandar Udara Indonesia lainnya, yakni Bandar Udara Supadio, Pontianak dengan 90.20% tingkat ketepatan waktu. bandar Udara terbaik di dunia, Bandar Udara Changi, Singapura berada di posisi ke tujuh dengan tingkat OTP 87.10%, namun menangani jumlah penerbangan terbanyak (15,332) dibanding bandar udara lainnya yang berada di daftar.

Sumber: Seasia
Sumber: Seasia.co

OAG memiliki jaringan data perjalanan udara terbesar dunia, di antaranya database jadwal penerbangan lebih dari 900 maskapai penerbangan dan lebih dari 4.000 bandara. Dengan database informasi status penerbangan paling menyeluruh di pasar, OAG menangani lebih dari 54 juta catatan update status penerbangan per tahun, memproses 1,4 miliar permintaan dan terus memberikan lebih dari 35 juta update status penerbangan yang dinamis tiap hari.


Sumber: Seasia.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu