Buat Yang Mudik ke Jawa, Jangan Lupa Coba Berbagai Macam Es Dawet ini! (Part II)

Buat Yang Mudik ke Jawa, Jangan Lupa Coba Berbagai Macam Es Dawet ini! (Part II)

sumber : Resep GULAKU

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Momen mudik adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para perantau. Mudik sudah menjadi sebuah keharusan ketika lebaran tiba. Pulang ke Kampung halaman hanya beberapa hari membuat kita harus memadatkan jadwal acara yang harus kita lakukan. Ketika mudik juga banyak orang yang menyempatkan berwisata kuliner atau sekedar mencoba kuliner yang jarang dijumpai di rantau.

Menjelang mudik, biasanya orang-orang sudah mengantongi referensi kuliner di daerah yang yang akan dilewati, atau mungkin akan dikunjungi saat Lebaran nanti. Salah satunya, Es Dawet. Beberapa daerah di Pulau Jawa, minuman ini sering kita dijumpai. Dan ternyata, di masing-masing daerah, meski terlihat sama, es dawet memiliki perbedaan disetiap daerah. Berikut adalah perbedaan jenis Es Dawet di Jawa.

4. Dawet Mawar Banyuwangi

sumber : primarasa
sumber : primarasa

Dawet Mawar Banyuwangi dapat ditemui di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Dawet ini berbeda dengan dawet lainnya, dawet ini berwarna merah muda, terbuat dari campuran sari bunga mawar segar. Tri Krisbiantara, adalah pencetus ide terciptanya Dawet Mawar ini. Dawetnya terbuat dari dari tepung maizena, yang saat pemasakannya dicampur dengan sari mawar asli, sehingga tercipta aroma dan warna cendol tersebut asli dari bunga mawar. Dawet Mawar disajikan seperti dawet kebanyakan, yaitu dengan kuah santan dan gula merah. Penyajian dengan es batu akan menambah kenikmatan Es Dawet Mawar ini.

5. Dawet Ayu Banjarnegara

sumber : trpadvisor
sumber : tripadvisor

Dawet ayu khas Banjarnegara terbuat dari tepung beras. Disajikan dengan air santan dan gula kelapa. Dawetnya yang berwarna hijau berasal dari daun pandan. Selain itu, buah nangka biasanya ditambahkan saat penyajian sehingga menambah kenikmatan rasa dawet ayu ini. Para penjual dawet ayu ini punya gerobak yang khas dan patung kayu Semar-Gareng.

6. Dawet Durian Semarang

sumber : wisata tempatku
sumber : wisata tempatku

Dawet ini terbuat dari tepung maizena yang direbus hingga berbentuk seperti mi dan memiliki bentuk dan tekstur yang kenyal. warna dawetnya bening. Mbah Busron, adalah salah satu penjual es dawet durian yang sudah terkenal yang dapat kawan GNFI temui di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Es dawet ini disajikan di sebuah mangkuk, satu biji durian yang memiliki daging yang tebal, lalu diberi dawet dan es serut. Setelah itu, ditambahkan santan dan gula merah. Rasa manis dari dawet ini sangat pas.

Sumber : Kompas, Kaskus, wisata tempatku, tripadvisor, primarasa

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Skywalk, Wahana Baru di Kebun Binatang Bandung Sebelummnya

Skywalk, Wahana Baru di Kebun Binatang Bandung

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.