Tak Perlu Jauh-Jauh ke Eropa, di Kabupaten Ini Ada Festival Balon Udara

Tak Perlu Jauh-Jauh ke Eropa, di Kabupaten Ini Ada Festival Balon Udara
info gambar utama

Festival yang sempat diprotes pihak aviasi membuat Langit wonosobo menjadi indah dengan balon udara ala Eropa. Melihat langit dengan hiasan warna-warni balon udara tidak harus jauh-jauh ke benua Eropa, seperti ke Turki atau Yunani. Kita cukup ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sudah bisa melihat balon udara dengan berbagai ukuran dan berbagai warna.

Java Balloon Festival 2018 yang digelar di Lapangan Geo Dipa Energi Unit Dieng, Ngampel, Wonorejo, Wonosobo, Jawa Tengah Selasa (19/6/2018) merupakan upaya sosialisasi keselamatan penerbangan.

sumber : detik
info gambar

Pada event ini, sedikitnya ada 104 balon udara tanpa awak dengan khas masing-masing. Ada balon udara dengan motif batik dengan bentuk oval, sampai balon udara yang menyerupai burung Garuda.

Dengan menggunakan bantuan asap, satu kelompok yang terdiri dari 10 orang ini kompak menerbangkan balon udara dengan ukuran diameter 4 meter dan tinggi 7 meter. Meski beberapa sempat terlihat kesusahan, namun 104 balon udara semuanya bisa terbang menghiasi langit Wonosobo.

sumber : detik
info gambar

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso yang mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, membuka Java Balloon Festival 2018.

Agus Santoso menegaskan, Java Balloon Festival ini diadakan untuk memberi pemahaman kepada instansi terkait dan segenap unsur masyarakat tentang dampak penerbangan balon udara tanpa awak secara bebas terhadap kegiatan penerbangan pesawat udara. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan keselamatan terutama pada sisi penerbangan dalam berkreasi menerbangkan balon udara. "Kegiatan ini merupakan inovasi baru dalam memberikan hiburan penerbangan balon udara kepada masyarakat tanpa mengganggu tradisi yang ada. Selain itu rangkaian acara ini juga dapat meningkatkan ekonomi warga setempat," ujarnya.

Tidak perlu khawatir, karena festival yang digelar di tiga kota yakni Wonosobo, Pekalongan dan Ponorogo ini tidak membahayakan jalur penerbangan. Sebab, masing-masing balon udara tanpa awak ini sudah ditambatkan dengan tali.

"Jadi balon udara ini tidak terbang bebas, setalah diterbangkan kemudian diturunkan lagi," tegas Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait di sela-sela acara, Selasa (19/6/2018).

Menurutnya, upaya ini dilakukan salah satu cara untuk memberikan sosialisasi kepada warga agar menerbangkan balon udara yang lebih aman. Sebabnya, balon udara ini kerap mengganggu jalur penerbangan pesawat terbang.

sumber : detik, kompas, bisnis.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini