Salah Satu Desa Tertua Indonesia ada di Jawa Tengah!

Salah Satu Desa Tertua Indonesia ada di Jawa Tengah!

https://unsplash.com/photos/zrNi9JEVp9Q © Juan Cruz

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dikenal sebagai negara yang memiliki beribu sapta pesona, membuat Indonesia menyimpan banyak misteri. Salah satunya adalah mengenai daerah-daerah yang ada di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data wilayah administrasi yang tertuang dalam Netral News, disebutkan bahwa jumlah desa di seluruh Indonesia tercatat kurang lebih sebanyak 74.910, yang artinya terdapat banyak penduduk di dalamnya yang menghiasi daerah-daerah tersebut. Namun dari berbagai macam desa yang ada, rupanya ada salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki usia lebih dari 1000 tahun, yakni desa di wilayah Jawa Tengah yang akrab dikenal dengan Desa Kahuman.

Desa Kahuman merupakan sebuah wilayah yang berada di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Konon desa tersebut merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno yang termasuk dalam wilayah perdikan, yakni kawasan kerajaan bebas pajak. Hal tersebut dapat terlihat dari adanya Prasasti Yupit (Upit) yang menyebutkan bahwa Desa Kahuman termasuk dalam desa tertua di Kabupaten Klaten, yang berdiri pada abad ke-9 Masehi.

Prasasti Yupit (Upit)
Prasasti Yupit (Upit)

Sebagai sebuah peninggalan kuno, Prasasti Upit merupakan prasasti berbentuk tugu yang ditemukan oleh seorang petani bernama Motrowiratmo di Dukuh Sorowaden Kahuman. Mitrowiratmo sendiri kemudian menjabat sebagai Kepala Desa Kahuman.

Diketahui bahwa Prasasti Upit muncul sebagai prasasti milik Rakai Kayuwangi yang bertanggal 11 November 866 Masehi. Akibatnya dapat ditaksir bahwa usia Desa Kahuman kurang lebih 1.152 tahun. Sangat tua, bukan?

Salah Satu Peninggalan yang Ada di Desa Kahuman
Salah Satu Peninggalan yang Ada di Desa Kahuman

Namun hingga kini Desa Kahuman juga masih menjadi desa yang dikenal di Klaten. Letaknya pun sangat strategis yakni berada di Jalan Klaten Boyolali Km 4, yang merupakan bagian dari jalan provinsi. Penduduk di desa tersebut pun juga terus berkembang. beberapa di antaranya bekerja sebagai petani, buruh, bahkan PNS.

Uniknya, di Desa Kahuman turut terdapat sumber air pengilon yang konon dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

Dengan luas wilayah 132,598 Ha membuat Desa Kahuman memiliki lebih dari 2000 penduduk yang mendiami kawasan tersebut. Di dalamnya juga tercatat ada sekitar 5 RW juga 11 RT.

Wah, menarik sekali ya. Apalagi jika Desa Kahuman masih terus ada hingga kini, walau usianya sudah menduduki taksiran 1000 tahun lebih. Yuk coba berkunjung ke sana sembari melihat sumber air pengilonnya!


Sumber: Netral News Galeri Desa Kahuman

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga48%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau30%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jan Cox, Seniman Belanda Asal Surabaya? Sebelummnya

Jan Cox, Seniman Belanda Asal Surabaya?

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja Selanjutnya

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.