Indonesia, Satu-satunya Negara Asia yang Ikut Karnaval di Paris

Indonesia, Satu-satunya Negara Asia yang Ikut Karnaval di Paris

© carnavaltropicaldeparis.fr

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Carnaval Tropical de Paris 2018 pada Minggu (1/7) merupakan yang ke-17. Acara ini diselenggarakan tiap tahun oleh Walikota Paris, Federation du Carnaval Tropical de Paris dan Pemerintah Daerah Ile-de-France. Karnaval ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dunia, terutama dari grup-grup yang ada di Paris dan sekitarnya.

Dengan mengusung tema “Paris, Ibukota Seni”, karnaval ini diikuti 36 grup atau tidak kurang dari 2.500 peserta, yang datang dari Paris dan sekitarnya, serta negara-negara Latin, dan Karibia. Ajang ini pun menjadi peluang dalam memamerkan kekayaan Indonesia. Maka tak heran jika anggota Indonesian Diaspora Network France mengikuti ajang tersebut.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
IDN France dan asosiasi Indonesia lainnya turut ramaikan Carnaval Tropical de Paris 2018 | Foto: Kompas/Arsip IDN France

Indonesian Diaspora Network (IDN) France sendiri didukung oleh KBRI di Paris dan Asosiasi Indonesia yang ada di Perancis, seperti IKFI, Bona Pasogit, Puspa Warna, dan Sekar Jagat. Mereka memakai busana tradisional dari berbagai daerah dan menyusuri jalanan paling bergengsi, yaitu di Paris Avenue Champs Elysees.

| Foto: Kompas/Arsip IDN France
Pakai pakaian tradisional dan membawa kuda lumping dalam Carnaval Tropical de Paris | Foto: Kompas/Arsip IDN France

Indonesia merupakan satu-satunya dari negara Asia yang ikut dalam karnaval tersebut. Dengan grup berjumlah total 120 orang serta 36 penari dari Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang, mereka mengangkat tema batik dalam Carnaval Tropical de Paris 2018.

Dalam penampilannya, Indonesia menyajikan Tarian Cipat Cipit dan Jurit Nuswantoro. Diiringi irama gamelan yang ditabuh dengan apik oleh para dosen, penampilan tersebut disambut meriah tepuk tangan yang hangat dari pengunjung. Ini menjadi unik karena memberikan penampilan yang berbeda.

Ikut bergabung juga seni bela diri dari Bogor, penampilan atribut suku Dayak, dan keindahan seni Indonesia lainnya.

| Foto: Dok. Kemlu
Gamelan Indonesia juga mengiringi peserta karnaval | Foto: Dok. Kemlu

Kegiatan yang berlangsung dalam udara panas 35 derajat ini sungguh sarat akan kostum-kostum khas dari tempat asal peserta. Musik live dari gamelan Indonesia, tambur, dan alat musik tabuh latin lainnya juga turut menyemarakkan karnaval tersebut. Juga, tercatat lebih dari 70 ribu wisatawan mancanegara yang memadati lokasi yang dikatakan sebagai jalan paling indah sedunia itu.


Sumber: Kompas, Detik, Suara Merdeka, Kemlu

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga84%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau3%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sudah 98 Persen, Tol Palindra Siap Digunakan Asian Games 2018 Agustus Mendatang Sebelummnya

Sudah 98 Persen, Tol Palindra Siap Digunakan Asian Games 2018 Agustus Mendatang

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Delina Rahayu Effendi
@delinaare

Delina Rahayu Effendi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.