Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Pengelolaan Seni Dalam Alur Penciptaan dan Produksi

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Pengelolaan Seni Dalam Alur Penciptaan dan Produksi

Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi

Keberhasilan Seniman tidak diraih seorang diri, namun merupakan hasil dari kerjasama tim. Kerja kesenian adalah kerja tim, bahkan sejak mulai melukis di kanvas. Dukungan dari tim yang solid dan penuh komitmen sangatlah membantu perjalanan karir Seniman menjadi lebih mudah. Untuk memahami proses pengelolaan seni yang baik dan sesuai, Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi juga mendapatkan pembekalan tentang manajemen seni pada hari ke-9 kegiatan. Ibu Adinda, salah satu Pengajar Belajar Bersama Maestro, berbagi ilmu dan pengalamannya.

Ibu Adinda menyampaikan bahwa hal terpenting dalam pengelolaan seni harus dimulai dari alur penciptaan karya, selanjutnya barulah masuk ke produksi pameran. Alur penciptaan lebih berfokus pada faktor pemahaman rasa dan psikologis Seniman terhadap karya. Sedangkan, produksi tentu saja berfokus pada persiapan pameran karya Seniman.

Untuk pada akhirnya menghasilkan pameran yang sukses, tim yang ada harus memahami alur penciptaan atas karya Seniman. Proses pemahaman ini akan menuntun pada penentuan konsep yang tepat, ide penataan ruang, juga properti serta perlengkapan yang dibutuhkan. Proses pemahaman alur penciptaan sangatlah penting. Bukan sekedar mengadakan acara biasa, pameran lukisan harus memiliki jiwa yang mewakili setiap karya Seniman agar dapat dirasakan oleh para apresiator.

Saat proses untuk alur penciptaan telah dicapai, tim mulai masuk pada proses untuk produksi pameran. Kehadiran Pimpinan Produksi (Project Officer) sangatlah penting untuk menjaga keutuhan tim dan kelancaran produksi pameran. Pimpinan Produksi bertanggung jawab untuk seluruh bagian dari proses produksi pameran, mulai dari membuat konsep manajemen hingga membentuk kepanitiaan.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempersiapkan pameran, yaitu 4-5 bulan untuk Pameran Tunggal dan 6-24 bulan untuk Pameran Kolaborasi. Karenanya, Panitia yang ada harus memiliki komitmen dan rasa tanggung jawab, terutama dalam mengikuti konsep yang telah ditentukan oleh Pimpinan Produksi. Tidak ada yang boleh merusak konsep Pimpinan Produksi. Segala sesuatunya harus sesuai. Hal yang membatalkan konsep hanyalah bencana. Pimpinan Produksi memiliki hak penuh untuk mengganti panitia yang dianggap kurang berkomitmen. The right man on the right place, itulah prinsip yang harus dimiliki oleh Pimpinan Produksi dalam memilih kepanitiaan pameran.

Materi ini berjalan dengan interaktif. Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi diajak secara aktif memberikan pendapat dari pikiran dan pengalaman pribadi, untuk dapat mengaplikasikannya dalam pameran bersama saat akhir kegiatan. Setelah penyampaian materi, Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi langsung melakukan diskusi untuk menyusun alur penciptaan dan produksi pameran dengan menampung ide, dari konsep yang disepakati bersama.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Dinamika dan Sifat Huruf Sebelummnya

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Dinamika dan Sifat Huruf

Learning by Teaching Selanjutnya

Learning by Teaching

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.