Jembatan Tayan, Jembatan Terpanjang Ketiga di Indonesia

Jembatan Tayan, Jembatan Terpanjang Ketiga di Indonesia

© detik.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jembatan Kapuas Tayan, jembatan terpanjang ketiga terletak di Kalimantan. Setelah Jembatan Surmadu di Jawa Timur dan Jembatan Pasupati di Bandung. Seperti namanya, jembatan ini membentang di atas sungai Kapuas.

Jembatan Tayan memiliki panjang mencapai 1.420 meter dan lebarnya adalah tiga ruas jalan. Jembatan ini menghubungkan Kota Tayan dan Desa Piasak. Jembatan ini sekaligus menjadi jalur trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Secara administratif jembatan Tayan terletak di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jembatan ini memiliki dua bentangan. Bentangan pertama menghubungkan Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua menghubungkan Pulau Tayan dengan Desa Piasak. Bentangan pertama memiliki panjang sekitar 280 meter dengan lebar 11,5 meter. Sedangkan bentangan kedua dengan panjang sekitar 1,14 km dan lebar yang sama dengan bentangan pertama.

Jembatan yang berdiri kokoh diatas sungai Kapuas ini menelan anggaran sebesar Rp. 802 miliar. Untuk mencapai jembatan ini, diperlukan waktu sekitar 2 – 3 jam dari kota Pontianak. Jembatan ini menjadi andalan warga untuk menyeberangi sungai Kapuas. Sebelum dibangun jembatan Tayan, warga menggunakan perahu motor untuk menyebrangi sungai Kapuas.

Tidak hanya sebagai jembatan penghubung antar daratan. Jembatan dengan warna merah dan putih ini telah menjadi ikon baru bagi masyarakat sekitar. Jembatan Tayan sekaligus menjadi obyek wisata bagi masyarakat. Banyak berjejer penjual makanan dan minuman disekitar jembatan. Wisatawan bisa mampir untuk sekedar menikmati pemandangan. Disekitar jembatan dapat ditemui speed boat yang terparkir rapi untuk disewa. Speed boat ini biasasnya mengantarkan pengunjung menyusuri sungai Kapuas. Pengunjung juga dapat mengelilingi sungai Tayan dengan Speed boat yang telah disewa.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi jembatan ini adalah pagi dan sore hari. Saat melintasi jembatan pengendara bisa menikmati sunset dan sunrise yang indah. Tayan dan Kapuas telah memberi keindahan alam nan eksotik. Dengan keindahan alam ini pengendara juga perlu berkonsentrasi ekstra tinggi. Jangan sampai keindahan Kapuas mengganggu konsentrasi pengendara kendaran yang melintas jembatan Tayan.

Berhati – hati saat berkendara dan tetap jaga kelestarian alam!


Sumber: detik.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga73%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Antusias Warga untuk Naik Kendaraan Umum Meningkat, Transjakarta Tambah Rute untuk Ciledug! Sebelummnya

Antusias Warga untuk Naik Kendaraan Umum Meningkat, Transjakarta Tambah Rute untuk Ciledug!

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Luthfi Rahman
@luthfi24

Luthfi Rahman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.