Taman Indonesia Kaya, Langkah Melestarikan Budaya

Taman Indonesia Kaya, Langkah Melestarikan Budaya

Foto : radarsemarang.jawapos.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Taman Indonesia Kaya, Langkah Melestarikan Budaya

Taman Indonesia Kaya merupakan taman budaya pertama di Semarang dengan konsep panggung outdoor. Taman yang berdesain futuristic ini nantinya dapat digunakan sebagai pentas seni dan budaya yang berasal dari komunitas yang ada di wilayah Jawa Tengah. Taman ini rencananya akan diresmikan pada saat Agustus mendatang. Seperti yang dilansir Radar Semarang, Hendrar Prihadi berharap pada tanggal 17 Agustus mendatang Taman Indonesia Kaya sudah bisa dinikmati untuk umum.

Taman yang memiliki luas 5.000 meter persegi ini merupakan proyek kerjasama pemerintah Semarang dengan program CSR dari Djarum Foundation. Taman ini memiliki dua panggung teater dengan kapasitas 400 dan 1.000 orang. Selain itu, taman ini memiliki fasilitas ruang make up, ruang ganti, ruang untuk difabel, dan tentu saja toilet.

Awalnya taman ini merupakan ide dari Djarum Foundation yang menginginkan adanya ruang publik di Semarang yang bisa dipakai oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi. Ide ini disetujui oleh pemerintah Semarang dengan menggunakan lahan yang dahulunya dikenal dengan Taman KB atau Taman Menteri Supeno.

Ruang publik ini nantinya digunakan untuk mementaskan pertunjukan seni budaya dan juga sebagai rumah bagi para seniman. Harapannya Taman Indonesia Kaya ini menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya seniman dari Jawa Tengah. Untuk konsep pementasan, tim budaya Djarum Foundation mengikuti konsep yang pernah dilakukan pada Galeri Indonesia Kaya di Jakarta yaitu menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dengan tema keragaman Indonesia.

Taman ini nantinya juga akan dibangun shelter bagi para pedagang. Dengan harapan, nantinya PKL mendapatkan pelanggan dari pengunjung yang datang. Hal ini membuat Taman Indonesia Kaya menjadi pendorong perekonomian di Semarang. Dengan dibangunnya shelter ini pun membuat PKL dapat tertata sehingga tidak menghambar arus lalu lintas di sekitar taman.

Pada taman ini juga terdapat dua Dancing Fountain yang merupakan proyek dari pemerintah Kota Semarang diluar dari CSR Djarum Foundation. Dancing Fountain ini rencananya akan memutarkan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia sebagai pengiringnya.

Sumber : Jawa Pos, Seputar Semarang, Radar Semarang.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jembatan Surabaya Kenjeran Menari Sebelummnya

Jembatan Surabaya Kenjeran Menari

Ethiopia: Kisah Negeri yang Dulu Kelaparan, dan Kini Begitu Berkembang Selanjutnya

Ethiopia: Kisah Negeri yang Dulu Kelaparan, dan Kini Begitu Berkembang

Rudi Sandjaya
@rudisandjaya

Rudi Sandjaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.