Wewey Wita, Atlet Pencak Silat Perempuan Asal Tangerang Andalan Merah Putih

Wewey Wita, Atlet Pencak Silat Perempuan Asal Tangerang Andalan Merah Putih
info gambar utama
Asian Games ke 18 Jakarta Palembang tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak panitia untuk menyukseskan gelaran olahraga akbar se-Asia ini. Tidak hanya pihak panitia, tetapi persiapan juga dilakukan oleh pihak kontingen atlit Indonesia. Salah satunya adalah atlet Pencak Silat perempuan muda asal Tangerang, Wewey Wita.

Perempuan kelahiran Tangerang, 13 Februari 1993 ini merupakan atlet pencak silat berbakat yang bakal diandalkan dalam cabang olahraga (cabor) asli Indonesia tersebut. Kemampuannya di bidang pencak silat telah terlihat sejak belia. Wewey sudah mengikuti pencak silat sejak kelas 5 Sekolah Dasar. Padahal saat itu sang ibu tidak menyetujui ekstrakulikuler yang dekat dengan resiko cedera itu.

"Ketika saya ikut silat, sebelutnya sembunyi-sembunyi karena tidak diizinkan oleh orang tua. Kata mama waktu itu kok perempuan latihannya seperti itu, enggak perempuan banget," ungkap Wewey.

Hebatnya, meski perempuan yang memiliki makna nama Yeo Chuwey atau "nomor satu" itu harus berlatih sembunyi-sembunyi dirinya mampu mengikuti gerak dan jurus-jurus pencak silat yang diajarkan di ekstrakurikuler di sekolahnya. Hingga akhirnya Wewey mampu meraih prestasi di tahun 2012. Kala itu Wewey menjadi atlet perwakilan Jawa Barat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau. Kala itu Wewey Wita mampu meraih medali emas untuk kelas 55-60 kilogram.

Berkat prestasi tersebut Wewey akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Sejak saat itu pula, nama Wewey melejit ke tingkat nasional dan mulai banyak diandalkan untuk mewakili Indonesia. Dirinya kemudian bergabung dengan pelatnas dan pada Asean Games 2017 di Malaysia kemarin, Wewey kembali berhasil meraih medali emas usai mengalahkan atlet asal Vietnam. Kemenangan ini melengkapi perjuangannya untuk meraih puncak di ajang Asean Games karena di dua edisi sebelumnya (Asean Games 2013 dan 2015), Wewey hanya mampu meraih medali perak.

Menariknya, Wewey memandang bahwa medali emas ibarah seorang kekasih. Medali emas menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan dan saat berhasil diraih medali emas harus dijemput dengan suka cita.

Begitu pula dengan pandangannya tentang pencak silat, Wewey menganggap pencak silat telah banyak memberinya pelajaran penting tentang hidup.

“Di pencak silat saya belajar hidup disiplin, belajar hidup mandiri karena sedari kecil saya sudah jauh dari orang tua karena pencak silat. Selain itu saya diajarkan struggle, berani mengambil keputusan. Banyak sekali hal yang saya dapatkan dari pencak silat terutama tempat tinggal pun saya dikasih dari pencak silat," ujar Wewey.

Kini setelah perjuangan dan persiapan, Wewey membidik medali emas di ajang Asian Games 2018 Agustus mendatang. Ajang ini merupakan ajang pertama kali bagi Wewey untuk tampil di tingkat tertinggi Asia dan dirinya harus membuktikan diri. Ia juga berharap untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.

“Yang jelas saya alhamdulillah sangat bersyukur bisa menjadi tim Asian Games. Sungguh tidak terbayang dan tidak terpikirkan bahwa saya bisa jadi bagian dari tim. Jadi harapan saya sekarang, bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia sekaligus mengharumkan nama pencak silat," kata Wewey.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini