KENAPA HARUS MENDUKUNG ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA?

KENAPA HARUS MENDUKUNG ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA?
info gambar utama

Tidak kalah dengan aplikasi tik tok, demam Asian Games 2018 mulai melanda masyarakat Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, bahkan Negara lain pun telah membincangkan kegiatan ini. Indonesia akan kembali membuka gerbangnya untuk menyambut atlet-atlet terbaik dunia dari 45 yang ikut berpartisipasi. 18 Agustus 2018 (18-8-18) dipilih sebagai hari pembukaann untuk Asian Games di Indonesia, cukup unik.

Namun tidak sedikit juga masyarakat yang belum mengetahui mengenai event ini. Dalam suatu kegiatan di awal bulan Juli saya memasang sebuah foto, dimana saya tersenyum dengan bangga dan memegang papan bertuliskan “Asian Games 2018”. Sebenarnya fotonya cukup menyolok dibandingkan dengan peserta lainnya yang menggunakan pose “masa kini”. Apa lagi dengan bangganya saya mengirim foto ini ke berbagai grub percakapan online yang saya miliki. Dan seorang sahabat bertanya “Apa itu Asian Games?”. Dengan perasaan kaget saya pun mulai menjelaskan mengenai Asian Games 2018 di Indonesia. Dengan wajah tersenyum sahabatku menutup penjelasanku dengan berkata “Oh, saya kira yang mau di adakan di Indonesia itu piala dunia yang rame sekarang ini le nadoyo”. Kami menutup percakapan yang menggunakan logat khas Sulawesi Tengah itu dengan menertawai malam. Dan sejak saat itulah beberapa teman lainnya selalu menanyakan Asian Games kepada saya.

Seperti tembang yang pernah dinyanyikan si Cantik Raisa yang berjudul “Kali Kedua”, ini adalah kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar bagi Negara-negara di Asia. Bukan itu saja, Indonesia juga akan melaksanakan Asian Games di dua kota berbeda yaitu kota Pempek Palembang dan metropolitan Jakarta. Hal ini belum pernah dilakukan dalam kurun 17 kali perhelatan pesta olahraga ini dilaksanakan. Ditambah lagi dengan Indonesia menjadi Negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah Asian Para Games yang menjadi rangkaian perhelatan ini. Nah tuh, kurang merinding apa.

Theme song Asian Games 2018 telah dirilis. Menjatuhkan pilihan kepada Via Vallen sebagai penyanyinya menjadi pilihan yang tepat selain karna lagunya yang benar membangkitkan semangat, menurut saya. Pasalnya dalam waktu 7 hari saja sudah lebih dari 7 juta penonton. Official song lainya pun tidak kalah merdu dengan menggandeng musisi berbakat Indonesia. Tidak itu saja beberapa bulan ini iklan dan poster mengenai Asian Games 2018 sukses mengalahkan poster para kandidat calon legislatif yang menjamur. Mulai dari instansi pemerintah daerah, kantor swasta, Kantor Polisi/TNI, semua memberikan dukungan terhadap ajang 4 tahunan ini. Bahkan saya pun kaget ketika mendapati bahwa baliho dukungan Asian Games 2018 terpasang sampai di kampung halaman saya di Kab Donggala yang berjarak 150 KM dari kota Palu. Ini sangat luar biasa bukan? rasa memiliki terhadap Asian Games bukan hanya milik kota yang menjadi arena, tapi seluruh rakyat Indonesia hingga ke pelosok desa sekalipun.

Keseriusan pemerintah dalam mempromosikan event ini dapat terlihat dengan banyaknya informasi mengenai Asian Games 2018 di stasiun tv, kabar berita bahkan berbagai situs website dan media sosial. Bahkan dalam beberpa minggu jelang pembukaan Asian Games, bukan hanya jajaran kantor pemerintah yang turut berpartisipasi. Saya telah melihat berbagai toko buku, showroom kendaraan, bahkan para mahasiswa mulai berbelanja aksesoris ikon Asian Games 2018.

Jauh sebelum itu, saya pernah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh kementrian Pemuda dan Olahraga pada tahun 2016. Saat diberikan T-shirt kegiatan, mata saya langsung tertuju kepada sebuah lambang di dada kiri. Ya menurut saya lambang itu kurang cocok karna tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang saya jalani. Tebak itu gambar apa? Ya, yang pasti bukan gambar calon legislatif yang terhormat. Di gambar yang penuh warna itu tertuliskan “18th ASIAN GAMES Jakarta-Palembang 2018. “. Dan saat ini ketika kembali melihat T-shirt tersebut, saya begitu bangga. Bahkan 2 tahun sebelumnya pemerintah Indonesia telah menggelorakan kebanggan terhadap Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia. Inilah kilas balik dari ketahuan saya tentang Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Indonesia.

Pada awalnya Vietnam ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games ke 18. Namun atas kebelum siapan Negara Vietnam, Indonesia pun maju dengan gagahnya sebagai pengganti Vietnam. Pesta olahraga yang direncanakan akan digelar pada 2019, dipercepat mengingat pelaksanaan pesta demokrasi Indonesia di tahun yang sama. Saat ditetapkan menjadi tuan rumah pesta olahraga yang levelnya hanya setingkat lebih rendah dari olimpiade, Indonesia mulai berbenah untuk mengsukseskan ajang tersebut lagi. Dibalik itu semua, harga diri Indonesia dipertaruhkan. Tentunya akan sangat bangga jika seluruh peserta mengucap kagum akan kesiapan Indonesia.

Jauh sebelum zaman modern ini, Indonesia pernah menjadi pelaksana Asian Games bahkan menjadi runner up. Fikirku pun tak sampai hanya dalam 12 tahun sejak kemerdekaannya, Indonesia telah dipercayakan sebagai pelaksana Asian Games ke 4 pada 1962. Dalam rentang waktu 4 tahun sejak penetapannya Indonesia mulai membangun sarana dan prasarana. Ini membangun ya, bukan merenovasi sarana yang ada. Kalau kata Rhoma Irama “sungguh terlalu”. Bahkan saya pun akan mengatakan sungguh terlalu, jika berada dalam masa itu. Dalam segala keterbatasan, Indonesia mengambil resiko. Inilah momen saat presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno memutuskan untuk membangun Jakarta agar dapat dikenang oleh seluruh peserta. Dan terkuaklah sejarah pembangunan Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Patung Selamat datang di bundaran hotel Indonesia dan jalan metropolitan MH Tamrin. Saya pun terbayang akan kemegahan Asian Games ke 4 di Indonesia. Ya dan benar saja, sejarah mencatat kekaguman Negara peserta akan pelaksanaan event tersebut. Seperti kata Soekarno “Asian Games bukan hanya terbatas pertandingan olahraga ,tetapi juga mengusung harga diri bangsa”

Selain rasa bangga yang begitu besar, seluruh masyarakat Indoesia berharap Indonesia dapat menjadi juara dalam Asian Games tahun 2018. Pra perhelatan Asian Games 2018 ini Indonesia telah tertiup angin kebaikan. Bagaimana tidak, dalam bidang bulu tangkis yang menjadi andalan Indonesia berhasil menjadi juara dalam Indonesia Open 2018 (ganda putra dan ganda campuran), Thailand Open (ganda putri) dan Singapore Open 2018 (ganda putra). Bahkan salah satu yang paling popular adalah kisah keberhasilan pelari muda Indonesia yang berhasil menjadi juara dunia tingkat remaja. Semoga saja ini menjadi jejak awal yang akan meringakan langkah Indonesia menjadi pemenang dalam kompetisi ini.

Indonesia patut berbangga atas kesempatan ini. Bisa jadi akan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah bagi ajang Olimpiade dan Piala dunia, Amin ya. Berbagai bangsa yang memiliki perbedaan budaya, kebiasaan dan kepercayaan akan menjadi satu dalam semangat penuh sportivitas. Seperti semboyan Indonesia Bhineka Tunggal Ika yang dipresentasikan lewat 3 maskot Asian Games 2017 Bhin bhin, Atung dan Kaka.

Meski Sulawesi Tengah tidak terlibat secara langsung dalam Asian Games 2018, namun semangat yang ada pada rakyatnya tetap membara. Rasanya cukup terharu melihat bangsa ini bahu membahu mengsukseskan Asian Games. Semua perbedaan dan perdebatan di singkirkan demi menyambut para atlet dunia. Tidak peduli siapa mereka dan dari manapun, tujuan bangsa Indonesia tetap sama. Rasa bangga yang telah tumbuh ini akan tetap mengembang dan pada masanya akan menjadi sejarah yang membanggakan bangsa Indonesia. Ayo, dukung bersama Asian Games 2018

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini