Mengenal Ikon Transportasi Jakarta yang Lahir di Asian Games 1962

Mengenal Ikon Transportasi Jakarta yang Lahir di Asian Games 1962

Semanggi 1960an © Arsip Nasional

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 kembali mengingatkan memori di tahun 1962 silam. Apalagi semalam (18/08) gelaran tersebut resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Di tahun 1962, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games edisi ke-IV. Namun, saat itu kondisinya tidak seramai saat ini. Moda transportasi pun masih sangat terbatas.

Oleh sebab itu, salah satu solusi yang digalakkan ialah sebuah kendaraan roda tiga yang kemudian muncul sebagai angkutan massal untuk mengangkut warga yang hendak menyaksikan berbagai pertandingan Asian Games ketika itu. Wujudnya pun seperti yang saat ini dikenal yakni becak motor atau bemo.

Bemo Sebagai Transportasi Umum Asian Games 1962 | Sumber dok: Viva
Bemo Sebagai Transportasi Umum Asian Games 1962 | Sumber dok: Viva

Saat itu bemo dihadirkan sebagai manufaktur yang diminta pihak penyelenggara untuk dijadikan sebagai sarana umum transportasi menjelang Asian Games ke-IV yang dihelat di Jakarta tahun 1962. Nama aslinya pun, sebenarnya, bukan bemo.

Seperti yang tercantum dalam Kumparan, kendaraan roda tiga tersebut dilabeli nama Midget yang mampu menampung lima hingga tujuh orang sekaligus. Midget yang juga terkenal di Jepang, memiliki mesin 2 tak dengan kapasitas 250 cc yang dilengkapi pendingin udara satu silinder bertenaga 7,8 dk.

Bemo Mampu Menampung Empat Hingga Tujuh Orang Penumpang | Sumber dok: Kumparan
Bemo Mampu Menampung Empat Hingga Tujuh Orang Penumpang | Sumber dok: Kumparan

Menariknya usai Asian Games 1962 berlangsung, jumlah bemo kemudian diperbanyak. Salah satunya bemo juga dicanangkan menjadi moda transportasi Ibukota negara. Bahkan di tahun 1977, sistem trayek pun dilakukan sebab semakin banyaknya jumlah bemo yang ada di Jakarta. Kondisi demikian pun terus terjadi, hingga bemo mengalami masa kejayaan tepat di antara tahun 1984 hingga 1990.

Sumber: Kumparan

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau24%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Momen Tak Terlupakan di Opening Ceremony Asian Games 2018 Sebelummnya

Inilah Momen Tak Terlupakan di Opening Ceremony Asian Games 2018

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon Selanjutnya

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

Perempuan dua puluh satu tahun. Bahagia saya sederhana, nonton film dan karaokean seorang diri cukup membuat saya sumringah. Menulis, membaca, dan menyanyi adalah tiga aktivitas yang saya lalui untuk mengisi waktu luang. Pecinta greentea dan penggemar berat band kawakan Indonesia, Kahitna.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.