Jazz Traffic Festival 2018 Hari Pertama Tampilkan Dangdut Rasa Jazz Lewat Via Vallen

Jazz Traffic Festival 2018 Hari Pertama Tampilkan Dangdut Rasa Jazz Lewat Via Vallen

© BagusDR / GNFI

Jazz Traffic Festival (JTF) 2018 hari pertama menampilkan berbagai musisi dari Indonesia. Festival jazz terbesar di timur Indonesia ini berhasil menarik animo masyarakat lewat keanekaragaman aliran musik yang dikolaborasikan dalam alunan jazz. JTF pun rasanya pantas menjadi salah satu ajang jazz yang kerap ditunggu-tunggu pecinta festival musik di Tanah Air.

Gelaran pembuka JTF 2018 (25/8) menghadirkan berbagai kolaborasi unik. Seperti musisi Gilang Ramadhan dengan legenda rock Indonesia, Eet Sjahranie. Begitu juga dengan musisi kawakan Tanah Air asal Bandung, Dwiki Darmawan yang berkolaborasi dengan musisi perempuan asal Surabaya yang sekaligus sang istri, Ita Purnamasari. Ada pula musik Reggae aroma Jazz yang ditampilkan oleh Rasvan Aoki bersama dengan Nelly Lawson yang berasal dari Perancis.

Berbagai macam aliran musik tampaknya berusaha dikolaborasikan dalam JTF 2018 yang bertema The Future is Now ini. Alasannya tak lain adalah karena JTF berusaha untuk bisa menjadi rumah bagi berbagai macam aliran musik yang ada tanpa menghilangkan rasa jazz.

Chairman Indihome Jazz Traffic Festival 2018, Errol Jonathans menyebutkan dalam konferensi pers sehari sebelumnya bahwa JTF sudah dianggap sebagai rumah bagi para musisi Tanah Air. Mereka merasa mendapatkan tempat untuk berekspresi musik sesuai dengan keinginannya. Hal ini menurutnya bisa terjadi karena Jazz sangat terbuka dengan kolaborasi.

"Jazzer selalu punya keterbukaan untuk berkolaborasi. Dan JTF setiap kali harus ada yang berbeda. Itu mengapa JTF selalu berwarna-warni. Bahkan Via Vallen Project berusaha masuk ke musik Jazz," ujar Errol.

Masuknya Via Vallen ke belantika Jazz tentu saja menjadi sebuah pertanyaan besar. Seperti apa jadinya sebuah musik dangdut asli Indonesia disajikan dalam alunan jazz. Hal inilah yang nyatanya berhasil menarik perhatian pecinta musik di Tanah Air untuk datang ke JTF edisi kali ini.

(Foto: Bagus DR/GNFI)
(Foto: Bagus DR/GNFI)

Dan Via Vallen yang tampil di puncak acara, berhasil menyedot perhatian dengan lagu terbarunya Meraih Bintang yang digunakan sebagai lagu resmi Asian Games 2018. Tidak ketinggalan beberapa lagu andalan Vallen lainnya juga dinyanyikan dengan gaya jazz.

Hadirnya keunikan ini tentu saja menjawab klaim dari Errol Jonathans yang mengatakan bahwa tidak ada musik yang baik dan buruk.

"Tinggal apakah suka atau tidak suka. JTF seperti pujasera penonton bisa memilih yang mereka suka," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan gelaran JTF di hari kedua? Di hari kedua 26 Agustus akan tampil barisan musisi populer seperti Stars and Rabbit, Yura Yunita, Tulus, Raisa, Kunto Aji dan dengan tampilan puncak akan diisi oleh musisi asal Surabaya, Padi dengan tajuk Padi Reborn.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Guru Sportivitas Anak-anak Indonesia Sebelummnya

Guru Sportivitas Anak-anak Indonesia

Dulunya Penuh Sampah, Kini Jadi Primadona Wisata di Bekasi Selanjutnya

Dulunya Penuh Sampah, Kini Jadi Primadona Wisata di Bekasi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.