BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Turunkan Hujan di Titik Api Sumatera Selatan

BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Turunkan Hujan di Titik Api Sumatera Selatan
info gambar utama

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus beupaya untuk memadamkan kebakaran lahan di Sumatera Selatan. Modifikasi cuaca berhasil dilakukan BPPT, hingga turun hujan yang kemudian mengurangi jumlah titik panas.

"Kami terus berupaya melakukan penyemaian untuk membuat hujan buatan, yang berfungsi untuk mengurangi titik kebakaran hutan dan lahan," ungkap Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Hammam Riza, Senin (27/09/2018).

Pemanfaatan TMC akan membuat lahan menjadi basah, sehingga kebakaran tidak meluas dan merambah ke daerah sekitarnya.

Teknologi Modifikasi Cuaca sudah dua kali dilakukan. Periode pertama mencakup 32 sorti penerbangan selama 16 mei – 9 Juni 2018. Dengan 32 bahan semai, hujan yang dihasilkan mencapai 270 juta meter kubik.

Pada periode kedua dilakukan pada 30 Juli – 26 Agustus 2018 juga ada 32 sorti penerbangan. Pesawat yang digunakan yakni Casa 212-200, satu dari TNI AU dan satu dari PT. Pelita Service (PAS). Upaya yang dilakukan menghasilkan air hujan lebih dari 161 juta meter kubik.

Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Sutrisno menambahkan bahwa hujan buatan itu sangat membantu mengurangi titik panas dan mencegah menculnya titik panas yang baru.

"Kondisi itu juga didukung dengan keberadaan awan yang baik untuk menghasilkan hujan buatan", katanya.

Dalam seminggu terakhir, pertumbuhan awan Sumsel cukup baik dan pelaksanaan penyemaian awan menghasilkan air hujan signifikan sehingga bisa mematikan titik panas. Intensitas hujan mulai dari ringan hingga hujan lebat.

BPPT dan TNI juga melakukan modifikasi cuaca di Kalimantan Barat pada 19 – 23 Agustus 2018. TMC dilakukan sesuai permintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mencegah munculnya titik api.

Lima sorti penerbangan pesawat Cassa 212 TNI dikerahkan untuk menebar tiga ton bahan semai. Dari penyemaian yang dilakukan, air hujan yang dihasilkan mencapai 109.231 meter kubik.

Perlu diketahui bahwa Kota Pontianak dan sekitarnya telah mengalami hujan pada tanggal 20 hingga 22 Agustus yang lalu.

Sumber : bppt.go.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini