Kisah Bangkitnya Jainal Aripin Dari Keterpurukan Hingga Mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018

Kisah Bangkitnya Jainal Aripin Dari Keterpurukan Hingga Mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018

Ilustrasi perlombaan kursi roda © Sumber: Liputan6.com

12 tahun yang lalu, sebelum akhirnya menjadi andalan Indonesia di Asian Para Games 2018 yang diadakan di Indonesia, Jainal Aripin mengalami kecelakaan motor di daerah Cikalong Wetan arah Purwakarta yang cukup fatal.

Saat itu ia masih berusia 18 tahun, melaju cukup kencang di atas kendaraannya ingin menyalip truk besar yang ada di hadapannya, sayang ia tersenggol bus dan terjatuh. Sesaat sebelum kedua kakinya terlindas.

Di waktu itu, Tol Cipularang sedang ditutup, oleh karena itu bus-bus besar harus melalui jalur alternatif melalui Cikalong Wetan, jalan yang di lalui oleh Jainal Aripin saat peristiwa tersebut terjadi.

Jainal mendapati kedua kakinya sudah hancur, bahkan salah satunya putus karena terlindas truk.

"Saya di situ berpikir saya bakalan hidup tanpa kaki. Tapi alhamdulillah enggak ada pikiran kalau saya bakal mati. Alhamdulillah, saya masih bersyukur yang terlindas cuma kaki bukan kepala. Di benak saya cuma satu, saya hidup enggak bakal punya kaki. Itu saja," kata Jainal seperti dikutip dari CNNIndonesia.com di Solo.

Jainal Aripin | Sumber: Tempo
Jainal Aripin | Sumber: Tempo

Seperti mungkin kebanyakan orang, Jainal juga sempat merasa malu dan minder atas kondisi yang ia miliki. Namun berkat dukungan dan motivasi dari orang tua serta keluarga ia mampu bangkit dari keterpurukan tersebut.

Semua orang terdekat hanya memintanya untuk tabah dan bersabar menerima ujian dari Tuhan. Jainal juga yakin, pasti ada hikmah di balik kejadian yang menimpanya.

Suatu saat Jainal bertemu dengan seorang teman yang memperkenalkannya kepada dunia olahraga disabilitas.

Ia kemudian diajak ke National Paralympic Committee (NPC) daerah di Bandung, Jawa Barat. Kemudian, ia diarahkan untuk mengikuti balap kursi roda sampai ia bisa berprestasi seperti saat ini.

Pertama kalinya Jainal bertanding adalah di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) di Bekasi dan berhasil menyabet tiga medali emas. Oleh raihannya tersebut ia dipromosikan masuk pelatnas.

Ajang pertandingan pertamanya mewakili Indonesia ialah Asean Para Games di Singapura pada tahun 2015 lalu. Kemampuannya memang luar biasa, ia membawa pulang dua perak dan satu perunggu dari ajang tersebut.

"Pertamanya saya enggak percaya saya jadi atlet. Tapi ibu saya yang paling pertama mendukung saya di awal karier. Saya paling bahagia saat dengar dia merasa bangga sama saya. Itu yang bikin saya bahagia dan itu yang memacu saya semangat berolahraga," sebut Jainal.

Meski kehilangan dua kakinya, Jainal merasa bersyukur atas kehidupan yang dimiliki saat ini.

Jainal kini tengah menjalani pemusatan latihan di Solo jelang Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta 6-13 Oktober mendatang. Tampil di hadapan publik Indonesia, Jainal berharap bisa mempersembahkan prestasi terbaik.

Sumber: CNN Indonesia

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Selangkah Lagi Menuju Ambon Kota Musik UNESCO Sebelummnya

Selangkah Lagi Menuju Ambon Kota Musik UNESCO

Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni Selanjutnya

Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.