Desa Wirun, Sukoharjo yang Penuh Dengan Harta Karun

Desa Wirun, Sukoharjo yang Penuh Dengan Harta Karun

Proses pembakaran Gamelan dalam proses pembuatan yang membuatnya menarik © Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebuah paket wisata ke desa Wirun, pusat pembuatan gamelan, saat ini tengah dalam tahap persiapan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa di kawasan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, bersamaan dengan Badan Perencanaan Daerah Jawa Tengah.

"Pengembangan desa wisata ini berdasarkan ekonomi kreatif, dimana kita libatkan 25 pemain ekonomi kreatif, termasuk orang-orang seni dan budaya," ucap kepala departemen riset dan pengembangan dan sains dan teknologi, Tri Yuni Atmojo pada selasa (4/9/18).

Proses pembakaran Gamelan dalam proses pembuatan yang membuatnya menarik | Foto:
Proses pembakaran Gamelan dalam proses pembuatan yang membuatnya menarik | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Desa Wirun memiliki ciri khas unik sebagai pusat pembuatan gamelan, dimana seluruh prosesnya diselesaikan secara tradisional dengan mengimplementasikan elemen budaya lokal, seperti ritual selamatan Jawa.

"(Hal ini) menawarkan rangkaian aktivitas yang melibatkan ekonomi kreatif, budaya dan seni, yang mana sangat berpotensi untuk wisata. Semua ini akan ditunjukkan dalam sebuah paket untuk wisatawan," tambahnya.

Pemerintah akan menargetkan berdirinya 58 desa wisata berdasarkan ekonomi kreatif di tahun 2018 ini. Desa Wirun dipilih berdasarkan kekayaan sumber daya alam dan potensi wisata yang dapat dikembangkan.

Pemain ekonomi kreatif di desa Wirun sebelumnya mengadakan studi komparasi dari desa wisata wayang di Wonogiri, desa wisata tenun lurik di Klaten dan sebuah desa wisata batik di Sragen.

Sementara itu, ketua Pokdarwis desa Wirun, Ari menyebutkan bahwa paket yang sedang disiapkan akan memuat beberapa event budaya, seperti festival ketoprak, musik lesung, dan ritual selamatan, yang akan selalu diadakan sebelum proses pembuatan gamelan.

Pengrajin Gamelan di desa Wirun | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post
Pengrajin Gamelan di desa Wirun | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

"Wisatawan dapat langsung melihat proses pembuatan gamelan sembari menikmati kuliner lokal. Warga lokal juga telah mulai menyiapkan homestay dan pasar kuliner," ucap Ari.

Desa ini tercatat memiliki 11 orang pengrajin gamelan, dan merupakan asal dari sarung tenun guyor, miniatur wihara, dan Sendang Pengantin, yang berperan sebagai tempat ibadah Umat Hindu. Di beberapa tahun terakhir, puluhan wisatawan asal Australia tercatat berkunjung untuk tinggal di area Sendang setiap bulannya.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mekarnya Rafflesia ke 11 di Bogor Botanical Gardens Sebelummnya

Mekarnya Rafflesia ke 11 di Bogor Botanical Gardens

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.