Move for Water, Merasakan Olahraga dengan Jeriken Air

Move for Water, Merasakan Olahraga dengan Jeriken Air
info gambar utama

Sabtu (08/09) pagi, kawasan Bintaro Jaya Xchange sudah ramai meskipun kawasan yang terkenal dengan pusat belanjanya itu belum menampakkan kegiatan ekonomi sepagi itu.

Di taman-taman di dalam gedung Bintaro Jaya Xchange Mall yang berada di Selatan Tangerang, terlihat sebuah panggung besar dan matras-matras di bawahnya. Tak jauh dari sana, ada beragam dekorasi foto-foto dan jeriken-jerikan air tersusun rapi menghiasi taman tersebut.

Pukul 6.30 pagi itu, kegiatan yoga dimulai setelah para peserta dan pengunjung mulai memosisikan dirinya di matras dan mengikuti instruksi sang instruktur yoga, Anjasmara.

Wah, sebenarnya ada acara apa, sih?

Bila kalian masih ingat dengan kampanye #BERANIMIMPI yang juga menggunakan jeriken air sebagai ikon kampanye, nah kegiatan ini juga adalah salah satu bentuk kampanye yang sama, yaitu untuk menggalang dana bagi pembangunan pipa air di Desa Hepang dan Desa Wolomotong di Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan bertajuk Move for Water tersebut merupakan bentuk kampanye real experience dari #BERANIMIMPI. Real experience yang akan dilakukan berupa yoga, HIIT Pilates, zumba, beatcamp dan salsation, yang semuanya dikombinasikan dengan jeriken air sebagai alat bantu dan pengganti beban!

Perlu diketahui bahwa kampanye #BERANIMIMPI yang diikuti kegiatan Move for Water ini dilatarbelakangi oleh fenomena akses air yang sulit yang dialami penduduk desa Hepang dan desa Wolomotong, Sikka, NTT. Imbasnya, anak-anak di sana harus membantu orang tua mereka menimba air.

Anak-anak di desa ini harus berjalan 3-4 kilometer setiap harinya sambil membawa sekitar dua jeriken untuk mengambil air pagi-pagi sekali sebelum berangkat sekolah. Bisa dibayangkan, 'kan, seberapa berat dan lelahnya mereka. Hal ini juga berimbas kepada fokus dan konsentrasi mereka ketika belajar di sekolah tentunya.

Bahkan, dengan kurangnya pasokan air bersih, masalah kebersihan dan sanitasi menjadi terabaikan oleh mereka, karena untuk mendapatkan air untuk keperluan paling pokok saja sudah sulit. Bahkan mereka juga harus membayar sekitar 500 ribu-700 ribu jika memutuskan membeli air daripada menimba air di sumur yang jauh.

Efeknya bisa sampai kepada kesehatan seperti stunting dan diare!

Nah, melihat latar belakang kampanye tersebut, dapat dipahami tujuan dari kampanye real experience Move for Water ini yang tentunya agar kita ikut bersimpati dan berempati atas apa yang dialami anak-anak di sana dan mengajak kita untuk turut berkontribusi membangun pipa-pipa air ke desa mereka agar mereka lebih mudah, dekat dan praktis mendapatkan akses air bersih.

Hal itu juga yang dikatakan instruktur beatcamp, Saraswati, saat sesi beatcamp yang salah satu gerakannya menggunakan jerikan sebagai ganti barbel, "ini kita cuma sekali-sekali (menggunakan jeriken sebagai beban dalam olahraga, red). Anak-anak di Sikka setiap hari (mengangkut jeriken air, red), loh, dan harus berjalan jauh juga," ujarnya.

Jeriken air sendiri digunakan pada semua sesi olahraga untuk alat bantu baik berupa pijakan mau pun pengganti beban. Misalnya pada yoga, jeriken digunakan untuk membantu memosisikan tubuh yang kaku. Lalu pada pilates dan beatcamp, jeriken digunakan untuk pengganti beban atau barbel.

Ada juga gerakan membawa atau menjinjing jeriken, loh, yang dilakukan di sesi beatcamp. Pun tiap gerakan dengan jeriken adalah gerakan yang dirasa cukup sulit diikuti peserta. Tambah kebayang perasaan anak-anak di Sikka saat membawa jeriken tersebut bahkan sambil berjalan berkilo-kilo meter!

Kampanye ini dilakukan dengan cara yang familiar, yaitu olahraga pagi, dan dilakukan di tempat-tempat rekreasi dan komersial agar infonya dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat. Ternyata juga masih ada yang awalnya belum menyadari fenomena kekurangan air di beberapa daerah di Indonesia, loh. Salah satunya instruktur yoga, Anjasmara, yang juga mengisi sesi kegiatan Move for Water.

"Jujur awalnya saya juga baru tahu saat diajak mengisi di kegiatan ini dari manajer saya. Saya ikut promosikan di media sosial saya dengan harapan orang-orang bisa langsung cek ke website beranimimpi.id ", jelas Anjasmara.

Kegiatan ini berlangsung mulai dari jam 6.30 hingga 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan sesi sore pukul 15.30 WIB. Peserta dapat berdonasi secara paket yang sudah termasuk kaos, jeriken dan all-class training atau pun berdonasi saja di tempat yang telah disediakan.

Nah, sudah cek website beranimimpi.id, belum? Yuk, bergerak! Semua donasi dan kontribusimu untuk Sikka sangat berarti, loh, bagi masa depan anak-anak di sana!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini