Ada Raksasa di Petitenget

Ada Raksasa di Petitenget
info gambar utama

Indonesia memiliki segudang kekayaan alam dan budaya yang diakui seluruh dunia. Kekayaan Indonesia tersebut melahirkan sejumlah destinasi wisata yang sangat beragam, unik serta memiliki nilai lebih berupa histori.

Dengan beragam suku bangsa yang tersebar di jajaran pulau-pulaunya melahirkan pula destinasi wisata bernilai histori dan kental dengan kebudayaan suku setempat.

Bali, destinasi wisata unggulan di Indonesia dan favorit sebagian besar wisatawan mancanegara, tak hanya memiliki mass tourism yang sangat menjual tetapi ternyata juga memiliki wisata yang bernilai budaya tinggi.

Selain festival tari kecak yang menjadi atraksi favorit wisatawan lokal mau pun mancanegara, Bali memiliki festival dengan atraksi lainnya, salah satunya adalah festival Petitenget yang diadakan pada Selasa (14/09) lalu.

Diadakan di kabupaten Badung yang terkenal akan destinasi wisata atraksi budayanya, membuat festival yang pertama kalinya diadakan tahun 2018 ini meriah, terutama adanya pemecahan rekor Tari Tenun yang diikuti oleh 2000 penari.

Festival yang diadakan mulai dari Selasa (14/09) hingga Kamis (16/09) ini mengangkat tema Buto Ijo sebagai simbol raksasa penjaga desa Kerobokan, yang patungnya juga terdapat di pura Petitenget, pantai Seminyak.

Buto Ijo? Raksasa hijau dan menyeramkan itu? Iya! Buto ijo yang identik dengan kesan menyeramkan dan angker, dijadikan oleh pemerintah setempat pantai Petitenget, Kerobokan, sebagai penarik wisatawan!

Pada festival ini dikenalkan legenda Buto ijo yang tadinya menyeramkan dan membawa petaka bagi masyarakat, menjadi suci setelah didirikan pura Petitenget oleh Sang Hyang Nirartha. Kemudian Buto Ijo menerima mandat untuk menjadi penjaga desa Petitenget.

Selain menghadirkan sosok Buto Ijo, pantai Petitenget memiliki ikon ayunan dan memadukan seni-seni lokal Kerobokan dengan modern style seperti clubbing, musik dan senam yoga.

Bila destinasi wisata biasanya beririsan dengan kegiatan tidak ramah lingkungan seperti menyebabkan terjadinya penumpukan sampah, maka tidak untuk di festival Petitenget ini.

Pasalnya, pada pembukaan festival yang mengusung tema Kerobokan Art and Spirit, juga terdapat acara melepas tukik-tukik atau anak penyu ke lautan oleh para wisatawan! Harapannya, anak penyu dapat hidup lebih leluasa di lautan.

Pantai yang menyeramkan pun menjadi ramai dipadati pengunjung dan wisatawan lokal dan mancanegara. Mereka bersama-sama menikmati atraksi, beragam stand sambil ditemani pemandangan matahari terbenam yang sangat indah.

Pariwisata Indonesia memang sangat potensial! Dengan kekayaan yang ada, tinggal memilih untuk mengolahnya atau tidak.

Nah, ada yang sudah berkunjung ke Petitenget? Atau ada lagi destinasi wisata atraksi lain yang tak kalah menarik? Yuk, kita sebarkan informasinya, agar dunia tahu keindahan dan kekayaan Indonesia!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini