36 Pemuda Indonesia Raih Penghargaan Atas Prestasinya di Hari Sumpah Pemuda

36 Pemuda Indonesia Raih Penghargaan Atas Prestasinya di Hari Sumpah Pemuda
info gambar utama

Tiga puluh enam pemuda dari seluruh Indonesia mendapatkan penghargaan atas prestasi yang mereka torehkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada hari Senin kemarin (29/10/18) sebagai bagian dari perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Di antara para peraih penghargaan adalah pendiri Yayasan Inisiatif Peduli Bangsa (Indonesia for Refugees) Cassia Tandiono, siswa kelas 11 di Sekolah Pelita Harapan yang meraih penghargaan Pemuda Berprestasi Internasional.

Yayasan Inisiatif Peduli Bangsa (Indonesia for Refugees) founder Cassia Tandiono (right) is among the awardees on Monday, Oct. 29. (Indonesia for Refugees/File)
info gambar

Kementerian mengatakan bahwa proses seleksi untuk pemberian penghargaan ini sangatlah ketat karena ada banyaknya prestasi di bidang pendidikan, sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, makanan, inovasi teknologi, agama, sosial dan budaya untuk dipilih. Penghargaan tersebut juga diraih oleh para pengusaha muda di industri makanan dan kuliner, perdagangan dan jasa dan kreatif, serta pemuda penyandang cacat.

"Kami memberikan penghargaan ini berdasarkan kreativitas, inovasi dan kepemimpinan, serta inisiatif, kewirausahaan dan kesukarelaan, dengan harapan bahwa mereka akan menginspirasi pemuda Indonesia lainnya," kata deputi pengembangan pemuda kementerian, Asrorun Niam Sholeh, dalam sebuah pernyataan.

Thirty-six youths from all over Indonesia were given awards for their achievements by the Youth and Sports Ministry on Monday as part of the Youth Pledge Day celebration. (Indonesia for Refugees/File)
info gambar

"Kami merasa terhormat untuk dapat menerima penghargaan ini. Tentu saja, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk membantu para pengungsi, itu sebabnya kami akan terus mengundang teman-teman kami untuk bergabung dengan kami, baik sebagai sukarelawan atau donor untuk membantu pengungsi mengejar pendidikan mereka dan meningkatkan keterampilan mereka, terutama anak-anak dan wanita, yang akan memungkinkan mereka untuk melanjutkan hidup mereka," kata Cassia, yang terinspirasi oleh kakeknya, pendiri Tahir Foundation dan filantropis Dato 'Sri Tahir.

Menurut UNHCR, dari 22,5 juta pengungsi di dunia yang meninggalkan negara asal mereka karena politik dan konflik, lebih dari 14.000 saat ini berada di Indonesia. Banyak dari mereka dikatakan telah tinggal di nusantara selama bertahun-tahun.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini