Pengenalan Warisan Budaya Dengan Cara Milenial Kepada Anak Milenial di Surakarta

Pengenalan Warisan Budaya Dengan Cara Milenial Kepada Anak Milenial di Surakarta
info gambar utama

Puluhan wayang kulit atau wayang milenial - yang lebih kontemporer atau futuristik dari segi bentuk, watak, dan gaya mereka - baru-baru ini dipamerkan di TK Surya Mentari di TK Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.

Pameran yang bertajuk Ayo Peduli Wayang, diadakan untuk merayakan Hari Wayang Sedunia dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan generasi milenial tentang warisan budaya Indonesia yang luar biasa.

Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Basnendar H., mengatakan jenis wayang ini diperlukan untuk memperkenalkan budaya kepada generasi saat ini.

Siswa TK Surya Mentari terkesan terkesan dengan
info gambar

"Bentuknya berbeda dari wayang tradisional tanpa meninggalkan standar wayang," tambahnya.

Wayang-wayang tersebut dimodernisasi, lengkap dengan aksesorinya. Gareng, misalnya, ditunjukkan mengenakan kacamata, jaket, dan meniup saksofon, sementara Werkudara mengenakan kaos ketat untuk memamerkan tubuhnya yang berotot.

"Wayang milenial adalah kreasi baru yang menginterpretasikan wayang dengan wajah segar untuk menarik minat anak-anak untuk belajar tentang mereka" kata dosen ISI Surakarta, Rendya Adi Kurniawan.

Kepala TK Surya, Mentari Parwanti, mengatakan sekolah itu selalu terbuka untuk menyelenggarakan acara budaya dan tradisi.

"Anak-anak perlu tahu bahwa hidup lebih dari sekadar program televisi, permainan dan telepon seluler," tambah Parwanti.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini