Ringankan Beban Tukang Becak, UGM Meluncurkan Becak Listrik Ramah Lingkungan

Ringankan Beban Tukang Becak, UGM Meluncurkan Becak Listrik Ramah Lingkungan

HarianMerapi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Becak adalah moda transportasi tradisional Indonesia yang banyak ditemui di pedesaan atau kabupaten. Tenaga penggerak becak adalah manusia yang mengemudikannya dengan cara mengayuh seperti sepeda. Tapi apa jadinya jika moda transportasi tradisional tersebut dimodifikasi dan menggunakan daya listrik?

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEKP) dan Inovation Center for Automatic (ICA) telah meluncurkan Becak Listrik (Belis). Pada peluncuran tersebut, 12 Belis diberikan kepada tukang becak yang biasanya "mangkal" di sekitar kampus UGM.

Menurut Peneliti PSEKP UGM, Fahmy Radhi, inovasi tenaga penggerak energi listrik pada becak diharapkan dapat meringankan beban tukang becak yang masih memanfaatkan tenaga manusia.

Dikutip dari Liputan6.com, Fahmy Radhi, selaku peneliti PSEKP UGM mengatakan, peluncuran becak listrik ini sebagai upaya membantu tukang becak agar mampu meningkatkan jasa layanannya. Tujuannya adalah untuk memanusiakan para tukang becak. Ia juga berharap dengan adanya Belis ini dapat meringankan beban tukang becak.

Daya yang dipakai untuk Belis juga lebih ramah lingkungan, tidak menggunakan energi fosil seperti motor namun menggunakan tenaga listrik.

“Ke depan kami bercita-cita bisa mengembangkan 100 becak listrik, lalu menjadi 1.000 hingga 1 juta becak listrik untuk tukang becak di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Nizam menyampaikan, di era teknologi saat ini moda transportasi becak semakin tersisihkan. Terlebih dengan hadirnya becak motor atau kendaraan jasa transportasi online.

Prof. Nizam juga mengatakan, dewasa ini becak semakin terpinggirkan karena banyaknya jasa transportasi online. “Harapannya dengan adanya becak listrik ini mampu meningkatkan perekonomian para pengayuh becak,” kata Dekan Fakultas Teknik UGM yang dikutip dari Liputan6.

--

Sumber :

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Persiapan Indonesia di Festival Janadriyah 2018 Sebelummnya

Persiapan Indonesia di Festival Janadriyah 2018

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.