Baru Berumur Setahun, Platform Pembayaran Digital Ini Menjadi yang Terbesar di Indonesia

Baru Berumur Setahun, Platform Pembayaran Digital Ini Menjadi yang Terbesar di Indonesia
info gambar utama

Menutup tahun 2018, OVO yang baru berusia satu tahun berhasil menjadi platform pembayaran digital terbesar dengan jangkauan terluas di Indonesia. Basis pengguna OVO telah tumbuh lebih dari 400 persen dengan transaksi terbesar di sektor transportasi, ritel, dan juga e-commerce.

Direktur OVO, Harianto Gunawan memaparkan, kerja sama yang dijalin antara OVO dengan Grab dan Tokopedia telah menjadikan OVO sebagai platform pembayaran digital pertama di Indonesia yang diterima di jaringan ritel, warung, e-commerce, hingga jasa online dan on-demand, dengan lebih dari 500.000 gerai offline.

Tahun ini, OVO juga fokus pada pengembangan QR Code untuk mendukung pemberdayaan UMKM. Berawal dari 9.000 UMKM yang bekerja sama dengan OVO di bulan Agustus 2018, saat ini pengguna OVO dapat melakukan pembayaran di hampir 180.000 merchants UMKM di berbagai wilayah di Indonesia menggunakan QR code.

Masyarakat dapat menggunakan OVO untuk pembayaran di UMKM. Foto: metrobali.com
info gambar

"Di usia OVO yang baru satu tahun ini, kita sudah berhasil mencatatkan lebih dari 1 miliar transaksi. Total Payments Volume (TPV) OVO meningkat 75 kali lipat sejak November 2017," kata Harianto Gunawan, di Jakarta, Kamis (20/18).

Saat ini OVO sudah hadir di 303 kota di seluruh Indonesia, dan menjangkau 93 persen kabupaten di Indonesia. Bahkan menurut Harianto, 77 persen pengguna OVO di luar Jabodetabek. Saat ini aplikasi OVO juga sudah hadir di 115 juta perangkat, di mana pengguna aktif bulanannya (monthly active user) mencapai 80 juta.

Dengan strategi tiga pilar, Harianto menambahkan OVO terus memperluas jaringan dan berintegrasi ke dalam berbagai industri yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pertama dengan gerai ritel (mal, warung, toko kelontong dan lainnya), kedua melalui layanan online-to-offline (O2O), serta baru-baru ini melalui kerja sama dengan e-commerce.

OVO terus memperluas jaringan dan beritegrasi ke dalam berbagai industri. Foto: Nikkei Asian Review
info gambar

Untuk mengantisipasi pertumbuhan yang lebih pesat di 2019, OVO juga akan terus memperluas kemitraannya dengan partner lain di dalam lingkup teknologi dan ritel. OVO juga akan memperkuat layanan keuangan untuk menjawab kebutuhan para merchants dan pelanggan, tidak hanya sekedar menjadi alat pembayaran digital.

Beberapa financial services yang akan dihadirkan OVO adalah working capital loan, asuransi, hingga layanan PayLater atau cicilan online tanpa kartu kredit untuk transaksi di Tokopedia. Khusus untuk working capital loan dan asuransi akan diluncurkan OVO di kuartal pertama 2019, sedangkan layanan OVO PayLater sudah diluncurkan oleh Tokopedia bekerja sama dengan Taralite.


Sumber: Berita Satu

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini