Karya Desainer Dua Anak Bangsa ini Dipamerkan di Australia

Karya Desainer Dua Anak Bangsa ini Dipamerkan di Australia
info gambar utama

Pada 1 Maret lalu, Novita Yunus dan Savira Lavinia, perancang busana asal Indonesia memamerkan karyanya di sebuah pameran busana bertajuk “Fashions of Multicultural Australia (FOMA)” di Sydney, Australia.

Dalam pameran busana tersebut, Novita memamerkan busana terbaiknya melalui Batik Tuban dengan merek Batik Chic. Sedangkan Sativa memamerkan karya yang terinspirasi dari kehidupan di Ibukota Jakarta, dengan merek SavLavin.

DIkutip dari Katadata.com, Heru Hartanto selaku Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Sydney mengatakan bahwa para desainer yang ikut memiliki keunikan masing-masing bagi pasar Australia.

Selain untuk ajang promosi busana, FOMA juga bertujuan mengenalkan keragaman jenis produk dan peluang bisnis dengan mengusung kebudayaan.

Novita dan Savira sejajar dengan para desainer internasional lainnya, seperti Aida Guirguis dari Mesir, Anjilla Seddeqi dari Afghanistan, Katya Komarova dari Rusia, Yoonkyung Jang dari Korea Selatan, dan negara-negara lainnya.

View this post on Instagram

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah FOMA 2019 (Fashion of Multicultural Australia) yang baru pertama kali diadakan di Sydney, Australia. @batik_chic terpilih mewakili Indonesia dihadiri oleh 19 designer terpilih dari seluruh dunia bertempat di Barangaroo Water Reservoir di Kawasan the Rock tanggal 1 Maret 2019 A dream come true 3 tahun yl, do 2016 saya memperoleh Beasiswa dari @australiaawards dan @jfwofficial dengan 25 designer Indonesia lainnya di QUT Brisbane dan juga berkesempatan menonton @sydneyfashionweek. My patner in Fashion, @jetandjung mengundang saya pd Opening Mercedez Fashion Week 2016 dengan designer Mativchesky di Barangaroo yg amat spektakuler tempatnya dengan dinding2 kapurnya yg cantik....pd saat itu sy berkata..J, kapan yaa saya bisa Fashion Show di sini? Dan luar biasa...Allah Maha Baik...3 tahun kemudian saya melangkah di Fashion Show Foma 2019 dengan catwalk teepanjang di Australia atas undangan @kjrisydney Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah Terima kasih Pak @herusubolo Dan ibu @ekawati.sinta serta @kjrisydney atas undangan dan keramahtamahannya selama di Sydney Batik Chic Think Globally Dress Locally Foto2 dan terima kasih Regramm : @creative.threshold_fashion @batik_chic #kjrisydney #batikchic #bcadvebtures #sydney #foma #foma2019 #australiaawards #australiaembassy #jfwofficial #femina #IFF #iffgoglobal

A post shared by Novita Yunus (@yunus.novita) on

-

View this post on Instagram

Amazing crowd. A big thankyou for choosing Sav Lavin, it’s such a pleasure to work with wonderful people. The backstage team, press, stylists, hair and makeup, coordinators and the rest. To mrs. Sonia Sadiq founder of FOMA, bpk. Heru dan Ibu Sinta Subolo consulate general of republic Indonesia, Ibu Silvia Malau and the rest. Thankyou Melani Finger from Australia Awards for making the time to come, @bonifebrianda and @fahraniasnar for taking marvelous runway shots and live video! It’s been an honor. Terimakasih @kjrisydney and @kedubesaustralia @fomaustralia #sydney #sydneyfashion #savlavin #australiafashion #foma2019 #kjrisydney #ozalum #australiaawardsindonesia Email to info@savlavin.id for media press release

A post shared by SAV LAVIN (@savlavin) on

Sonia Gandhi, selaku FOMA Director mengatakan, event ini adalah sebuah langkah untuk menyatukan komunitas. "Karena butuh bertahun-tahun untuk meruntuhkan stereotip tentang apa yang orang pikirkan tentang budaya lain," ujarnya.

--

Sumber : Katadata

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini