2 Maret 2019 lalu di Hikarie Hall, Shibuya Hikarie, Shibuya-ku,-Jepang, beberapa anak bangsa berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Gatsby Creative Awards 13th , sebuah festival kreatif untuk pelajar dan mahasiswa di Asia. Ada beberapa kategori yang diperlombakan, yakni Creative Motion (CM), Art, Dance, Music, dan Photo yang diiikuti 12 negara di Asia.

Adalah Yudha Istianto, anak bangsa yang berhasil masuk dalam top 5 Gatsby Creative Award 13th 2019. Sebuah prestasi yang tak mudah untuk didapatkan untuk orang yang belajar videografi dan fotografi secara otodidak.

Kepada GNFI, ia menuturkan bahwa ada ratusan saingan yang juga mengikuti ajang yang sama dari berbagai negara.

“Dari preliminasi, ratusan submisi sudah ada dan kita bersaing melalui voting. Kita pun meminta bantuan teman-teman untuk voting melalui sosial media. Akhirnya kita pun tidak menyangka lolos top 5, perwakilan dari grup D.”, Terang pemuda kelahiran Bengkulu ini.

Yudha Istianto bersama Nadhira dan Annabelle (sumber : Yudha Istianto)
Yudha Istianto bersama Qory dan Annabelle (sumber : Yudha Istianto)

Karena persaingan yang begitu ketat , ia dan tim nya tidak menyangka bisa masuk dalam 5 besar. mengingat Yudha, hanya memiliki pengalaman dalam fotografi yang masih seumur jagung.

Dalam video yang di-submit ia memilih tema “School & Friendship” yang mana menceritakan dua sahabat yang sedang mempelajari budaya Jepang karena ketertarikan mereka terhadap budaya Jepang.

Ia pun mengisahkan bagaimana dirinya belajar secara otodidak.

“Saya belajar foto pertama kali mencoba portrait photography dengan seorang talent bernama Annabelle yang juga seorang dancer, seperti saya. Semenjak itu Annabelle sering menjadi model saya hingga kahirnya kita beranikan diri untuk mengikuti ajang ini. Ada dua kategori yang kami ikuti yakni Dance dan Photo. Semua berasal dari iseng karena saya membantu dia (Annabelle) menjadi tim untuk mengikuti kategori Dance sedangkan untuk kategori Photo Annabelle berkolaborasi dengan Nadhira.”, terang Yudha.

Foto yang digunakan untuk lomba di Gatsby Creative Awards (sumber : Yudha Istianto)
Foto yang digunakan untuk Gatsby Creative Awards 13th, Talent : Nadhira dan Annabelle

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha, sebuah perjuangan belajar dari nol dalam urusan fotografi dan videografi dimulainya dari kegemarannya Breakdance mulai latihan bersama Dawnsquad Bandung, MOU Dancer Bandung dan FloorRide Jogja. Disini dia mendapatkan sense dalam menentukan angle yang baik melalui sharing bersama teman-temannya. Kemudian ia juga mulai belajar lebih dalam videografi dari seorang Editor senior di Ekspress TV Bengkulu sewaktu Yudha bekerja disana. Keahliannya pun semakin diasah dengan mengikuti basic photography di Eyesee Photoclass bersama dengan Hermawan Wicaksono. Semua latihan dan pembelajaran otodidak ini kemudian membawanya di ajang begengsi di Asia.

Setelah itu pria kelahiran 10 Oktober 1990 ini banyak praktek sendiri dengan video dance sendiri menggunakan talent model. Dari mulai membuat video dance sendiri, sampai video event untuk dance seperti event international Eat D Beat 2018 dan 2019 di Bandung, World of Dance Indonesia dan tanggal 15 nanti ia juga dipercaya menjadi tim dokumentasi RP production di Radical Force (RF) Jam Singapore, salah satu event dance terbesar di Asia Tenggara.

Di ajang bergengsi ini ia memiliki sebuah tim yang terdiri dari empat orang yakni Yudha, Qory sebagai partner dancer bersama Annabelle sekaligus choreographer, dan Aleh Nugraha. Mereka bekerja sama dalam team dance QB.

all team saat persiapan (sumber : Yudha Istianto)
all team saat persiapan (sumber : Yudha Istianto)

Indonesia lolos dalam dua kategori yakni Dance dan Photo dengan nilai perfect. Untuk kategori Dance, mereka dibantu oleh Angelenzy yang juga koreografer dari Bandung sedangkan, Elite sebagai Kostum desainer.

“Tanggal 1 kami berangkat ke jepang disambut dengan 2 penerjemah indo - Jepang. Kemudian tanggal 2 kami mengikuti kompetisi dan alhasil Team dance QB menang sebagai juara 1 Grandpix Champion Gatsby Award 13th dan Yudha Istianto (Photo) sebagai finalist Gatsby Award 13th dan tanggal 3 kami kembali indonesia dg membawa trophy juara 1 dance dan trophy finalist Photo Gatsby Indonesia”, Tuturnya kepada GNFI.

Winning dance cathegory in Gatsby Creative Awards 13th

Hasil karya nya dinilai oleh juri dari Gatsby seperti Ryo Owada dari Go Educational Foundation dan Kirika Otani dari Mandam Corporation.

Ketika di Jepang, ia beserta tim dipandu dan diarahkan oleh Mandom Staff Indonesia bernama Bena yang menemani dia beserta tim selama di Jepang.

“Saya berterimakasih banget sama yang mendukung selama proses pembuatan, proses eliminasi hingga kami bisa ke Jepang seperti Mama, Papa, Annabelle beserta orang tua yakni ibu Hanny dan bapak Erland, Nadhira dan keluarga, Kak Gege, Kak, Ale, Ojos, Kak Seffy, Florride Crew, Eyesee Photo Bandung dan all Bandung Dancer”, tutupnya.

Grace (berbaju Pink) dari Team Light Pictures Surabaya

Dari perlombaan lain, ada satu anak bangsa juga yang masuk dalam top 12 kategori Creative Motion (CM), ia adalah Grace dari Team Light Pictures Surabaya. Total penghargaan yang dirain anak-anak bangsa ini ada tiga yakni Top 5 Photo Category, Top 12 Creative Motion dan Winner dalam Dance Category.

Sumber : Wawancara dengan Yudha Istianto

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu