Angklung, Alat Musik Tradisional yang Diperdengarkan Kembali

Angklung, Alat Musik Tradisional yang Diperdengarkan Kembali

Pertunjukan Musik Angklung Carehal Di Malioboro © Reira Fatikasari

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Mendengar kata angklung, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah hanya sebuah alat musik yang kuno dan jarang sekali dipertunjukan atau diperdengarkan.

Angklung sendiri merupakan salah satu alat musik tradisional yang berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Barat dan terdaftar sebagai Karya Agung warisan budaya lisan dan Nonbenda manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Sebagai alat musik tradisional, pertunjukan angklung sudah jarang sekali digelar atau diperdengarkan. Tapi tahukah kamu di Yogyakarta tepatnya di kawasan Malioboro, ada sebuah kelompok musik yaitu Carehal yang melakukan sebuah pertunjukan musik menggunakan angklung sebagai alat musiknya?

Selain angklung, pertunjukan musik ini diiringi oleh beberapa alat musik lainnya seperti bas, gendang, mini drum, dan semacam kenong.

Perpaduan alat musik itu membuat pertunjukan musik angklung menjadi lebih enak didengar. Pertunjukan musik angklung ini dipadukan dengan lagu dangdut kekinian.

Karena pertunjukan angklung ini unik dan jarang sekali digelar, banyak penonton atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berhenti untuk sekadar menyaksikan pertunjukan musik angklung ini.

Satu di antara wisatawan yang menyaksikan pertunjukan angklung ini adalah Rusman. Wisatawan asal Jakarta ini mengaku sudah sering menyaksikan pertunjukan angklung ini ketika berkunjung ke Malioboro.

Ia mengaku sangat menikmati pertujukan angklung ini, karena tempat asalnya yaitu Jakarta, tidak memilki pertunjukan angklung seperti ini.

Pertunjukan angklung ini sangat digemari oleh banyak orang dari semua umur terutama orang tua, karena mereka sudah lama tidak mendengar pertunjukan musik seperti angklung.

Kehadiran pertunjukan musik angklung di masa sekarang membuat para orang tua bernostalgia dengan masa lalu mereka.

Pertunjukan angklung yang dipadukan dengan lagu dangdut kekinian membuat semua orang yang mendengar ingin bergoyang. Penonton juga bisa ikut tampil untuk menari bersama penari utama dari kelompok Carehal ini.

Penari dari kelompok Carehal menggunkan sebuah kostum yang unik agar menarik perhatian penonton atau wisatawan.

Di setiap akhir lagu akan ada seseorang dari perwakilan kelompok musik Carehal yang akan meminta sumbangan dari penonton. Sumbangan ini berupa uang dan penonton diminta memberi seikhlasnnya.

Selain itu penonton bisa meminta lagu berdasarkan keinginannya untuk diperdengarkan dalam pertunjukan musik angklung ini. Dengan membayar Rp 20.000 penonton sudah bisa mendengar lagunya dimainkan.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli25%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Alat Musik Tradisional Gamelan Banyuwangi, Bentuk Akulturasi Budaya Sebelummnya

Alat Musik Tradisional Gamelan Banyuwangi, Bentuk Akulturasi Budaya

Komik Si Nopal yang Mendunia Lewat Kerjasama dengan Facebook Selanjutnya

Komik Si Nopal yang Mendunia Lewat Kerjasama dengan Facebook

Reira Fatikasari
@reira3

Reira Fatikasari

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.