Jelajah Dimensi di Basha Market 'ATLAS'

Jelajah Dimensi di Basha Market 'ATLAS'

Salah satu spot foto yang unik di Basha Market 'ATLAS' © Instagram Basha Market

Memasuki tahun ke-5, Basha Market hadir kembali di Tunjungan Plaza Convention Center Lt. 6, Surabaya. Melalui tema ‘ATLAS’, Basha Market yang diselenggarakan pada Jumat (3/5) sampai Minggu (5/5) menghadirkan nuansa yang lebih segar daripada sebelumnya.

Jika biasanya Basha Market dikenal dengan keunikan ilustrasi photobooth-nya, tahun ini pengunjung akan terkejut karena tidak lagi dapat menemukan hal tersebut.

Spot Berfoto by Sweet Escape © https://www.instagram.com/bashamarket/

Co-Founder Basha Market, Devina Sugono, menjelaskan bahwa Basha Market menyuguhkan tema-tema yang unik dan didesain lebih interaktif yang akhirnya mampu memberikan pengalaman unik kepada pengunjung.

“ATLAS adalah tema eksperimental yang sangat jauh dari ilustrasi warna-warni yang sudah melekat pada image Basha Market. Kali ini selain ilustrasi yang sangat menarik, yaitu bold typography, kami juga mengeksplor mix media installations bersama dengan studio partner Sciencewerk dan juga akan menciptakan area agar pengunjung bisa berpindah dari satu kosmos ke kosmos lainnya,” tuturnya.

© https://www.instagram.com/bashamarket/

Basha Market ATLAS benar-benar membawa pengunjung berpindah-pindah dunia. Dimulai dari Greek Inspired, Dunia Kaca, nuansa musim gugur, dan masih banyak lagi.

Pengunjung tidak hanya dimanjakan secara visual untuk mengambil foto-foto saja, tapi seluruh panca indera akan mendapatkan pengalaman menarik.

Co-Founder Basha Market, Christie Erin Harsono, menjelaskan bahwa selain adanya ilustrasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Basha juga menghadirkan art market area.

“Jadi selama ini kami telah menyurvei banyak vendor. Banyak kendala dari vendor yang kami temukan, seperti baru memulai usaha, mereka diy/art creators sehingga mereka beum mampu menghasilkan banyak barang. Di sisi lain mereka juga belum bisa membeli booth di Basha Market. Nah, kami akhirnya menyediakan art market area ini untuk brand atau kreator independent yang baru memulai untuk mencoba mengenal pasar di Surabaya dan bisa mendapatkan pengalaman serta exposure,” tutur Erin.

Basha Market ‘ATLAS’ seperti biasanya menggandeng tenant-tenant yang merepresentasikan Indonesia. Walaupun lokasi acara di Surabaya, tenant tidak hanya datang dari Kota Pahlawan saja, bahkan 74%-nya berasal dari berbagai kota di luar Surabaya.

Di acara kali ini akan ada sekitar 154 tenant yang terdiri dari bidang fesyen, lifestyle, home and living, dan F&B.

Selain ilustrasi yang menarik dan tenant-tenant yang sudah terakurasi baik, workshop juga menjadi titik kekuatan dari Basha Market. Ada 5 workshops yang dapat diikuti oleh pengunjung seperti Photography Editing, Coding for Kids (pengenalan dunia programming untuk anak mulai dari kelas 3 SD sampai SMP), Handmade Paper Making, Art of Macrame, dan Chinese Painting.

© https://www.instagram.com/bashamarket/

Sekilas tentang BASHA

BASHA adalah platform serbaguna yang didesain untuk para seniman dan talenta industri kreatif untuk menampilkan karyanya, bertemu dengan konsumen serta berkolaborasi.

Tiap sub-projek melayani tujuan sendiri sebagai sebuah katalis dan inkubator untuk berbagai brand dan talenta agar bisa terus menerus meningkatkan kemampuannya agar bisa melampaui standar pasar saat ini.

BASHA berasal dari kata 'Pasha' yang merupakan bahasa slang di Singapura untuk 'pasar'. Nama tersebut menyimbolkan sebuah pasar yang ramai dimana para kreator dan konsumen bisa saling berinteraksi.

Ketika memulai BASHA menyadari bahwa industri kreatif di Indonesia masih belum memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu talenta lokal memamerkan karya mereka.

Karena itu Christie Erin Harsono dan Devina sugono membentuk BASHA sebagai sebuah ekosistem kreatif yang tidak hanya mempromosikan industri tersebut, namun juga melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan tak terduga.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Ungkapan Merry Riana Tentang Pendidikan di Indonesia Sebelummnya

Ungkapan Merry Riana Tentang Pendidikan di Indonesia

Garin Nugroho, Sutradara Pembawa Budaya Indonesia Kepada Dunia Selanjutnya

Garin Nugroho, Sutradara Pembawa Budaya Indonesia Kepada Dunia

Positiva Indo
@positivibeid

Positiva Indo

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.