PT DI Akan Supply Komponen Untuk Boeing Airbus

PT DI Akan Supply Komponen Untuk Boeing Airbus

Pesawat N219 buatan Dirgantara Indonesia © Sumber: Aviation International News

Dirgantara Indonesia, pemasok komponen sayap aluminium untuk jet model Airbus A320 dan A380 Airbus SE, juga mengembangkan kemampuan produksi untuk memasok suku cadang pesawat non-logam.

Perusahaan ini “menjajaki peluang” untuk memproduksi apa yang disebut komponen komposit - biasanya dibuat dari fiberglass atau serat karbon - untuk Airbus dan Boeing dalam dua tahun ke depan, Presiden Direktur Elfien Goentoro mengatakan dalam sebuah wawancara di Jakarta, Senin seperti dikutip dari Jakarta Post. Perusahaan milik negara tersebut, yang juga merupakan produsen pesawat terbang, berniat untuk melipatgandakan produksi pesawatnya menjadi 56 buah per tahun pada tahun 2024, katanya.

Rencana produksi yang diperluas akan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan bangsa pada komoditas dan mempersempit defisit transaksi yang ada. Dirgantara, yang berbasis di Jawa Barat, mengharapkan pesawat baling-baling 19-kursi terbarunya, N219, untuk memperoleh sertifikasi dari regulator Indonesia tahun ini, kata Goentoro.

“Kami ingin memperluas fasilitas produksi komponen komposit kami sehingga diharapkan pada tahun 2021, kami dapat memulai menerima pesanan untuk bagian-bagian pesawat ini,” kata Goentoro. "Kami juga berencana untuk berinvestasi 119 juta dolar Amerika untuk membangun fasilitas yang didedikasikan untuk memproduksi N219."

Island Hoppers

The aircraft would be for use in industries including tourism to provide access to remote areas, such as some of the 17,000 islands that make up Indonesia, the world’s largest archipelago. Dirgantara plans to produce 36 of these aircraft annually by 2024 with a target to exporting half of them, in addition to making 20 other propeller planes a year, Goentoro said.

The company is targeting orders for the N219 in the Philippines, Thailand, Malaysia, East Timor, Nepal, Senegal and South Korea this year, Goentoro said. “Our company’s intention is to boost our exports significantly so we can have a better balance between our domestic contracts and contracts denominated in foreign currencies.”

Dirgantara plans to boost its aircraft maintenance, repair and overhaul business and is certified by Airbus to service some of its military aircraft and helicopters, Goentoro said.

The company previously supplied parts for Boeing’s 737 family of aircraft under a contract that has expired, Goentoro said. Dirgantara wants to secure a new contract with the U.S. aircraft maker, he said, without specifying whether they are in discussions.

Goentoro also said he’s in talks with Indonesian finance ministry officials to allow the N219, which was developed domestically, to be sold to local customers without attracting a luxury tax from the government.

Island Hoppers

Pesawat ini akan digunakan dalam industri termasuk pariwisata untuk menyediakan akses ke daerah-daerah terpencil, seperti beberapa dari 17.000 pulau yang membentuk Indonesia, kepulauan terbesar di dunia. Dirgantara berencana untuk memproduksi 36 pesawat ini setiap tahun pada tahun 2024 dengan target untuk mengekspor setengahnya, di samping membuat 20 pesawat baling-baling lainnya dalam setahun, kata Goentoro.

Perusahaan ini menargetkan pesanan untuk N219 di Filipina, Thailand, Malaysia, Timor Timur, Nepal, Senegal, dan Korea Selatan tahun ini, kata Goentoro. “Niat perusahaan kami adalah untuk meningkatkan ekspor kami secara signifikan sehingga kami dapat memiliki keseimbangan yang lebih baik antara kontrak domestik kami dan kontrak dalam mata uang asing.”

Dirgantara berencana untuk meningkatkan bisnis perawatan pesawat, perbaikan, dan perombakan pesawat dan disertifikasi oleh Airbus untuk melayani beberapa itu adalah pesawat militer dan helikopter, kata Goentoro.

Perusahaan itu sebelumnya memasok suku cadang untuk kelompok pesawat Boeing 737 berdasarkan kontrak yang saat ini telah kedaluwarsa, kata Goentoro. Dirgantara ingin mendapatkan kontrak baru dengan pembuat pesawat Amerika Serikat, katanya, tanpa menyebutkan apakah mereka sedang dalam tahap pembicaraan.

Goentoro juga mengatakan dia sedang dalam pembicaraan dengan pejabat kementerian keuangan Indonesia untuk memungkinkan N219, yang dikembangkan di dalam negeri, untuk dijual ke pasar lokal tanpa menarik pajak barang mewah dari pemerintah.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pujo Bae, Mesin Pemilah Canggih untuk Solusi Sampah Sebelummnya

Pujo Bae, Mesin Pemilah Canggih untuk Solusi Sampah

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak Selanjutnya

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.