Kebun Raya Bogor Masuk Daftar Sementara UNESCO

Kebun Raya Bogor Masuk Daftar Sementara UNESCO

Monumen Lady Olivia di Kebun Raya Bogor © Foto: Theresia Sufa / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kebun Raya Bogor di Bogor, Jawa Barat, yang dikenal karena koleksi tanamannya yang sangat beragam dan nilai sejarah bangunan dan lanskapnya, telah dimasukkan dalam daftar sementara Situs Warisan Dunia UNESCO mengikuti proposal yang diajukan oleh pemerintah kepada badan PBB pada tahun 2017 lalu.

“Kami mengharapkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak sehingga Kebun Raya Bogor dinobatkan sebagai situs warisan dunia,” kata wakil ketua bidang ilmu keanekaragaman hayati di Institut Ilmu Pengetahuan Indonesia, Enny Sudarmonowati, di Bogor, Kamis.

Proposal untuk mempromosikan kebun itu kepada UNESCO diajukan pada 25 September 2017, yang diikuti dengan menyiapkan dokumen daftar tentatif sebagai bagian dari persyaratan nominasi. Enny mengatakan dokumen-dokumen itu telah diserahkan ke UNESCO melalui Komite Indonesia UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 8 Juni 2018.

Kebun Raya Bogor secara resmi masuk ke daftar sementara pada 26 April. Enny menjelaskan bahwa ada tiga komponen utama dalam proposal untuk taman berusia 202 tahun sebagai situs warisan.

"Kebun Raya Bogor adalah pusat penelitian botani tropis di dunia dan telah digunakan oleh banyak lembaga penelitian di Indonesia," katanya.

Kebun Raya Bogor | Sumber: TravelBlogId

Dia juga mengatakan kebun-kebun itu juga berfungsi sebagai pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum menyebar secara global dan menjadi komoditas penting seperti sekarang ini. Selain itu, Kebun Raya Bogor diyakini sebagai bagian dari hutan buatan manusia yang dibangun di era Kerajaan Pajajaran di Jawa Barat.

"Itu bisa menjadi kebun botani tertua di dunia," katanya.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tanaman dan Kebun di LIPI, Hendrian, mengatakan bahwa pusat tersebut masih mencari informasi lebih lanjut tentang sejarah hutan buatan dan hubungannya dengan Kebun Raya Bogor. Kantor tersebut juga meninjau pengembangan taman dengan perencanaan tata ruang kota Bogor sebagai bagian dari dokumen nominasi yang akan dikirim ke UNESCO pada bulan September.

LIPI mengadakan diskusi pada hari Kamis untuk memastikan semua dokumen yang diperlukan untuk nominasi akan dikirim ke UNESCO pada bulan September.

Kebun Raya Bogor adalah salah satu dari 20 taman nasional, area, dan bangunan yang termasuk dalam daftar sementara Indonesia yang diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs lainnya termasuk Kota Tua di Jakarta, Raja Ampat di Papua dan Taman Laut Nasional Bunaken di Sulawesi Utara.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Peduli Terapi Autis, Mahasiswa UM Ciptakan E-bout Sebelummnya

Peduli Terapi Autis, Mahasiswa UM Ciptakan E-bout

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.