Kenapa Saya Harus Menulis?

Kenapa Saya Harus Menulis?
info gambar utama

Saya masih ingat dengan jelas seorang ustaz bertanya "Berapa lamakah kita hidup di dunia yang fana ini?" Sambil tersenyum beliau mengatakan "Sesungguhnya cuma sesaat, tak lebih antara huruf B dan D. Maksudnya? B singkatan dari “Born” (lahir) dan D singkatan dari “Die” (mati). Di antara huruf B dan D terdapat huruf C yang mana singkatan dari “Choice” (pilihan)."

Betapa pendeknya perjalanan hidup manusia namun dengan kasih sayangNya Allah SWT memberi kita kehendak bebas (pilihan) untuk menjalani kehidupan ini

Terlahir dari keluarga sederhana, dan hidup dalam kesusahan menjadikan saya seorang yang pendiam dan introvert. Ada banyak kesedihan yang saya telan sendiri, hanya pena dan kertas menjadi sahabat saya menumpahkan rasa itu,.

Tulisan itu berbentuk puisi, kata-kata motivasi, dan cerita pendek. Sering saya mempertanyakan diri, kenapa saya harus menulis? Apa yang ingin saya capai dengan menulis? Setelah beberapa saat saya merenung, akhirnya saya menemukan alasan untuk menulis

Menebar manfaat

Saya ingin bisa bermanfaat bagi orang lain, sesuai dengan apa yang dianjurkan
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Dari hadis di atas Rasulullah menganjurkan manusia berbuat baik, sesungguhnya eksistensi manusia sejatinya ditentukan oleh kebermanfaatannya, dan semua perbuatan akan dikembalikan kepada diri.

Walau hidup kesusahan, Allah SWT selalu mengirim orang-orang baik dalam kehidupan saya. Saya tidak dapat membalas semua kebaikan-kebaikan mereka, semoga Allah SWT melipatgandakan kebaikan itu kepada hamba-hambanya yang yakin.

Saya ingin seperti mereka, berbuat kebaikan pada sesama. Dengan banyaknya peristiwa yang saya alami, saya sampai di titik di mana saya ingin bisa bermanfaat bagi banyak orang. Maka menulis menjadi pilihan saya. Melalui tulisan kita bisa berbagi dan menebar manfaat tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Menulis sejarah dan meninggalkan jejak

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer)

Betapa dalamnya makna menulis yang digambarkan Pramoedya Ananta Toer. Saya berharap dengan hal ini dapat menulis sejarah dan meninggalkan jejak setelah saya tidak ada lagi di dunia ini.

Saya teringat nasehat kakek saat saya masih berumur 5 tahun: “Jadilah pohon yang akarnya mencengkeram bumi, dahannya menjulang ke langit, namun bila mati dan lapuk tetap memberi kehidupan.“

Saat itu kakek menunjuk ke sebuah pohon besar yang sudah lama tumbang, ditumbuhi jamur merang.

Bahwa pohon mati saja bisa memberi kehidupan baru untuk tumbuh dan berkembangnya jamur merang, bagaimana kita sebagai manusia? Makhluk yang paling sempurna penciptaannya.

Jika manusia punya batas umur, maka tidak dengan tulisan. Selama tulisan itu dibaca orang dan bisa memberi manfaat dan kebaikan, ia akan terus hidup dan mengalirkan pahala pada penulisnya sampai akhir masa.

Namun begitu sebaliknya bila tulisan yang membawa banyak kemudharatan tentu akan mengalirkan dosa bagi penulisnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Sebagai media dakwah dan ladang amal

Dalam surat Al-'Asr ayat 1-3, Allah SWT berfirman: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.

Betapa meruginya manusia dalan perjalanan kehidupan yang singkat ini, kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan.

Saat lisan tak mampu lagi menembus gendang telinga, semoga tulisan tetap terus bisa menetesi bekunya hati. Saat umur tidak dikandung badan lagi, semoga tulisan tetap bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,”Apabila manusia meninggal dunia terputuslah semua amal perbuatan kecuali tiga perkara yaitu: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang soleh. Ketiga amal jariyah ini yang tak akan putus mengalir, walau orangnya sudah meninggal."

Semoga tulisan yang ditulis menjadi wasilah dan ilmu yang bermanfaat buat banyak orang. Semoga Allah SWT meridhai jalan ini. Aamiin...

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EB
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini