Hobi dan Terapi

Hobi dan Terapi
info gambar utama

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, aku senang membaca buku cerita dan majalah anak-anak. Oleh karena sering membaca itulah aku kemudian suka menulis walaupun baru sebatas menulis di buku diary dan membuat puisi.

Kegemaran menulisku berlanjut sampai aku memasuki kehidupan berumah tangga, apalagi aku termasuk orang yang tertutup, jadi menulis aku jadikan media untuk menumpahkan semua yang aku rasakan.

Seiring perkembangan zaman, kegemaran menulisku semakin terpacu saat aku mulai bergabung di Facebook dan sering membaca status-status yang bertebaran di beranda.

Dari situ aku mulai mem-posting puisi puisi dan cerita-ceritaku, apalagi setelah aku bekerja di bidang pendidikan anak usia dini. Banyak inspirasi menulis yang aku dapatkan dari perjalanan karierku bersama anak-anak didikku yang bisa aku posting.

Aktifnya aku di Facebook akhirnya membawaku bergabung dalam beberapa komunitas para penulis yang bertebaran di Facebook. Banyak pembelajaran yang bisa kuambil dari mereka yang terlebih dulu sudah terjun dalam bidang penulisan.

Dengan bergabung bersama komunitas, aku mulai banyak pertemanan dengan sesama perempuan yang mempunyai hobi yang sama yaitu menulis, sehingga memacu semangatku untuk benar-benar terjun dalam bidang penulisan. Apalagi setelah WA hadir dan kami bisa berinteraksi secara langsung dalam sebuah grup.

Seiring dengan itu pula aku mulai mengenal berbagai macam genre tulisan dan membuatku belajar untuk mengembangkan hobiku menulis dalam genre lain selain puisi.

Tak mudah memang untuk bisa mengubah suatu ide menjadi sebuah bentuk tulisan yang baik, apalagi menjadi sesuatu yang menarik agar orang lain senang membacanya. Namun buatku dengan menulis, setidaknya sampai saat ini aku bisa mengembangkan hobiku dan menjadikannya sebagai terapi.

Lewat tulisan aku bisa mencurahkan semua cerita dan perasaanku, hingga aku merasa lega jika sedang mengalami suatu kejadian dan aku juga banyak mengambil hikmah dari tulisan tulisan teman-temanku yang lain yang aku baca.

Terkadang setelah membaca kembali tulisan-tulisan itu, aku lebih termotivasi dan bersemangat dalam mengerjakan sesuatu dan aku juga bisa instrospeksi diri atas suatu kejadian yang dialami dalam kehidupanku.

Terlepas dari sekadar hobi dan menulis menjadi sebuah terapi, ke depan aku berharap benar-benar bisa terjun dalam dunia kepenulisan ini dengan totalitas penuh, sehingga suatu saat aku bisa membuat sebuah karya tulis yang bermanfaat untuk orang banyak dan bisa menjadi sebuah sejarah yang tertulis dari perjalananku menulis.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini