10 Bali Baru: Mengenal Lebih Jauh, Bumi Sambhara di Ujung Yogyakarta

10 Bali Baru: Mengenal Lebih Jauh, Bumi Sambhara di Ujung Yogyakarta
info gambar utama

Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur ini, dengan segala kemegahan dan keunikan di dalamnya. Candi Buddha yang mempunyai julukan Bumi Sambara ini merupakan Candi terbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 825 M oleh wangsa Syailendra hingga raja Simaratungga. Komplek Candi yang terletak di Kabupaten Magelang ini menyimpan banyak fakta menarik di dalamnya.

Sir Thomas Raffles yang berjasa memperkenalkan Candi Borobudur ini pada zaman penjajahan Hindia-Belanda dulu. Pada tahun 1814, Candi ini ditemukan dengan keadaan kurang terurus dengan dipenuhi semak belukar yang menutupi bagian-bagian Stupa.

Foto Candi Borobudur pertama pada tahun 1873 | Sumber: hipwee.com
info gambar

H.C Cornelius merupakan anak buah dari Thomas yang berjasa membersihkan komplek Candi ini dengan prajurit-prajuritnya.

Sejak saat itu, Candi Borobudur menjadi pusat perhatian dunia, terlebih dalam ilmu Sejarah dan Geologi. Ahli Geologi menemukan fakta bahwa Candi Borobudur secara kartografi sejajar garis lurus dengan Candi Pawon dan Candi Mendut, ketiganya sama-sama bercorak Buddha Mahayana.

Dilansir dari Detik.com, di sekitar kawasan Candi Borobudur tiap tahun diadakan Festival Lampion, guna merayakan Hari Waisak atau Vesakha day.

Tak hanya penganut agama Buddha saja yang merayakan, namun wisatawan lokal maupun mancanegara juga ikut memeriahkan upacara Waisak ini.

Saat siang harinya, umat Buddha akan memulai ritual dengan cara berdoa di sekitar Mendut yang dilanjutkan dengan berjalan bersama ke Candi Borobudur dengan berjalan kaki sambil membawa Api Abadi.

Puncak perayaan ini adalah saat malam hari. Para Buddha melakukan ritual yang disebut ‘Pradaksina’ yang bermaksud mengelilingi candi selama 3 kali.

Untuk menandai puncak perayaan ini, sekitar 1.000 Lampion akan diterbangkan ke langit dengan memiliki makna penting, yakni setiap lampion yang diterbangkan berisi harapan dan doa. Berikut video cuplikannya.

Bukan tanpa alasan, pada tahun 1980-an Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan setidaknya 9 stupa hancur karena serangan bom oleh pemimpin radikal.

Tidak hanya itu, bagian-bagian candi ini sering dicuri oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Terutama di bagian arca Buddha, karena harganya yang mahal. Mereka menjualnya kepada kolektor-kolektor kaya yang gemar mengoleksi arca dan benda-benda bersejarah.

Seiring berjalannya waktu, komplek Candi ini kembali berjaya dan ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 1991.


Catatan kaki: hipwee.com | detik.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KN
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini