Cuma di Papua, Udang Bisa Selingkuh

Cuma di Papua, Udang Bisa Selingkuh

Ilustrasi udang © pngtree.com

Beberapa waktu lalu, udang selingkuh ditemukan di Goa Togece Kampung Parema, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Udang unik asal Lembah Baliem tersebut ditemukan oleh tim peneliti Balai Arekologi Papua. Menurut informasi warga sekitar gua, udang tesebut hanya bisa ditemukan di Gua Togece saja.

Udang yang ditemukan di dalam gua tersebut memiliki ciri yang berbeda dari udang-udang endemik Sungai Baliem lainnya yang dikenal berukuran besar. Udang dijuluki udang selingkuh karena sepintas bertubuh udang tetapi bercapit besar seperti kepiting.

Keunikan dari udang tersebut dianggap sebagai hasil perselingkuhan udang dan kepiting. Ukuran udang yang ditemukan tim berukuran 1-1,5 cm dengan warna tubuh yang transparan yang menunjukkan bagian dalam tubuhnya.

Udang selingkuh yang ditemukan tim arkeolog | Sumber: Hari Suroto/tempo.co

Di dalam Gua Togece sendiri keadaannya gelap dan memiliki sumber air tawar yang tidak terhubung ke bagian luar. Dengan kondisi gua yang gelap tersebut, udang selingkuh bisa bertahan hidup.

Ternyata udang selingkuh sendiri sudah dikenal dan menjadi salah satu kuliner khas Papua. Udang yang dimaksud berukuran lebih besar dari ukuran yang ditemukan oleh tim arkeolog.

Asal muasal udang selingkuh diawali pada tahun 1961 seorang pemandu senior di Wamena menabur bibit udang selingkuh pertama kali di Sungai Baiem. Tepatnya di bagian hulu sungai. Sejak saat itu udang selingkuh berkembang di Sungai Baleim.

Kemudian pada 1987, udang selingkuh menjadi sumber protein hewani utama bagi masyarakat Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Aneka jenis udang juga ditemukan di sungai Baliem tersebut. Udi merupakan udang dalam bahasa setempat.

Hidangan udang selingkuh biasanya direbus atau digoreng dan memiliki rasa manis. Selain manis juga memilliki aroma udang yang kuat dan rasa khas seperti kepiting.

Masakan udang selingkuh | sumber: mytrip.co.id

Keberadaan udang yang sudah langka di pasar dan hanya tersedia di tempat-tempat tertentu membuatnya memiliki harga yang mahal. Harga per plastik udang selingkuh mentah bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 600.000 bergantung musim dan ukuran udang.

Harga bisa mencapai Rp. 1 juta jika sedang tidak musim. Tidak jarang pula pengunjung membawa udang mentah yang sudah mereka beli terlebih dahulu untuk kemudian minta diolah.

Jika ingin merasakan nikmatnya udang selingkuh, terdapat lima restoran yang menyediakan udang selingkuh di Kota Wamena. Stok udang tersebut diterima dari penduduk lokal yang datang langsung ke restoran atau menjualnya di Pasar Jimbama.

Catatan Kaki: kompas.com | indonesiakaya.com | ksmtour.com | pegipegi.com | tempo.co | mytrip.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Helios, Teknologi Panel Surya di Sumba Sebelummnya

Helios, Teknologi Panel Surya di Sumba

Sebuah Inovasi Agar Layanan Ojek Online Lebih Cepat dan Rapi Selanjutnya

Sebuah Inovasi Agar Layanan Ojek Online Lebih Cepat dan Rapi

Kendita Agustin M.A
@kenditaagustin

Kendita Agustin M.A

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.