Mabuk Kepayang dari Buah Kepahiang

Mabuk Kepayang dari Buah Kepahiang

Kluwek © Foodtravellerbandung.com

Kata “Mabuk Kepayang” pasti sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau cinta. Pasti kalian sudah sering mendengar kata tersebut ada di lirik lagu yang berkaitan dengan cinta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri memberikan tiga definisi untuk kata mabuk kepayang, yakni

“Mabuk karena makan buah kepayang”

“tergila-gila karena cinta”

“agak mabuk sedikit”

Saya mengartikan mabuk kepayang sebagai mabuk yang benar-benar bikin pusing. Mari kita lihat apakah benar.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah definisi mabuk karena makan buah kepayang. Apa itu buah kepayang?

Pernah makan rawon? Kuah berwarna hitam dan dilengkapi daging sapi? Warnanya hitam karena adanya bumbu dapur bernama kluwek. Buah kluwek juga disebut sebagai buah kepayang. Lalu apa hubungan anatara mabuk kepayang dan buah kepayang?

Di Jawa, buah kepayang lebih dikenal sebagai kluwek salah satu bumbu dapur yang amat penting untuk rawon, sedangkan di Provinsi Bengkulu terdapat kabupaten bernama Kabupaten Kepahiang.

Di wilayah tersebut juga kluwek atau di Bengkulu disebut dengan pohon kepahiang banyak tumbuh di Hutan Lindung Bukit Daun dan kawasan konnservasi Bukit Barisan.

Kluwek | Sumber: Fimela.com

Buah yang memiliki nama ilmiah Pangium edule tersebut selain dikenal sebagai bumbu dapur juga dikenal memiliki kandungan racun pada bijinya. Kandungan racun yang dimiliki buah tersebut akan bereaksi ketika dimakan secara mentah-mentah. Akibat dari konsumsi mentah adalah mabuk berat hingga teler.

Buah kluwek atau kepayang mengandung asam sianida bahkan buah ini sering digunakan warga untuk berburu. Digunakan sebagai racun berperang juga dan dioleskan pada anak panah.

Mabuk yang diakibatkan kepahiang ini sangat sulit disembuhkan, sehingga pengolahan buah dipastikan harus matang untuk menghilangkan racun.

Umumnya buah kepahiang yang ditemui di pasar sudah berwarna hitam dan siap diolah bersama bumbu lainnya. Daging buah sebelum direbus berwarna putih dan kadar racun memang cukup tinggi.

Pengolahan dari buah tersebut dengan direbus selama satu jam lalu dikubur dalam tanah bersama abu selama 50 hari. Cukup lama memang tetapi dengan begitu racun yang ada di dalam buah akan menurun hingga tersisa 1 persen.

Dari proses itulah daging buah yang sebelumnya berwarna putih akan berubah menjadi warna hitam. Proses pengeluaran racun disebut dengan peram.

Buah kepahiang mengandung asam sianida, ion besi, vitamin C, betakaroten, asam glorat, tanin, dan lainnya.

Pohon Kluwak biasanya memiliki batang setinggi 60 meter dengan lebar pohon 120 cm. Daun berbentuk lonjong dan berwarna gelap mengilap di bagian atas, sedangkan di bagian bawah agak putih dan berbulu. Buah berbentuk lonjong berwarna coklat.

Buah kluwek dan bijinya | Sumber: Tokopedia

Lalu bagaimana dengan mabuk kepayang?

Dari mabuk kepayang yang sulit disembuhkan itulah istilah atau kata mabuk kepayang menjadi memiliki makna lain yang dikaitkan dengan cinta atau hal lainnya. Kalau sudah jatuh cinta sulit disembuhkan.

Kata mabuk kepahiang menjadi dikenal dan lama-kelamaan berubah menjadi mabuk kepayang karena mudah diucapkan. Hingga saat ini akhirnya dikenal sebagai mabuk kepayang. Begitupun dengan buahnya.

Punya banyak nama

Buah kepahiang memiliki banyak nama bergantung dengan daerahnya masing-masing. Di Sunda buah kepahiang disebut dengan picung. Di Jawa umum disebut dengan kluwek, kluwak, dan pucung. Kemudian di Toraja disebut pamarrasan dan di Bengkulu disebut kepahiang.

Di pasar, buah tersebut sangat mudah ditemui dan sudah diperam.

Manfaat lainnya

Selain memberikan kosa kata untuk bahasa Indonesia, sebagai bumbu dapur, dan mengatasi kolesterol tinggi, buah kepahiang juga memiliki manfaat lainnya, seperti:

Mengawetkan ikan dan daging

Racun dalam buah ini juga bermanfaat untuk mengawetkan karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan dan daging segar. Biasanya ikan dan daging akan awet dalam waktu enam hari.

Membantu meredakan gejala penyakit kulit

Terutama akibat infeksi

Sebagai obat cacingan dan luka bakar

Daun segar yang dimiliki kepahiang dan getahnya dapat menjadi penawar keracunan makanan. Selain itu juga membersihkan luka bakar. Sifat antiseptik dan desinfektan yang terkandung di dldalamnya membantu luka cepat sembuh. Sifat antimikroba juga dapat membantu mengatasi cacing kremi.

Mengatasi kutu pada rambut

Haluskan biji kepahiang atau kluwek dan tambahkan sedikit air kemudian rakatan pada rambut.

Mencegah penyakit rematik

Buah dan biji dapat mencegah penyakit rematik

Memudahkan tidur

Dapat merilekskan badan sehingga mudah tidur

Catatan Kaki: merdeka.com | liputan6.com | bobo.grid.id | hellosehat.com | manfaat.co.id | khasiat.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Inilah Ritual Penentu Kalender Suku Tengger Sebelummnya

Inilah Ritual Penentu Kalender Suku Tengger

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia Selanjutnya

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.