Mural di Indonesia: Media Bebas Berekspresi yang Indah

Mural di Indonesia: Media Bebas Berekspresi yang Indah
info gambar utama

Bulan Agustus masa-masanya datang mahasiswa baru yang merantau dari berbagai kota.

Teringat tiga tahun lalu, saat saya memasuki dunia perkuliahan, saya bertanggungjawab untuk menjadi pemandu tur teman-teman saya yang berasal dari luar Surabaya.

Tidak pakai ragu, saya langsung mengajak berjalan-jalan di daerah Tunjungan Plaza.

"Surabaya ini warna-warni, ya, banyak muralnya,"

Teman saya menyadari itu lebih dulu dari saya yang justru sudah di Surabaya sejak lama.

Setelah dilihat kembali, mural yang tersebar di dinding-dinding bangunan ini tidak hanya indah, tapi juga penuh makna.

Salah satu mural di Jalan Tunjungan, Surabaya | Sumber: Authgram
info gambar

Coretan awal mural

Menurut definisi, mural awalnya diambil dari bahasa latin, murus, yang artinya dinding.

Kemudian pengertian ini dikembangkan menjadi kegiatan menggambar atau melukis menggunakan media dinding.

Media yang digunakan harus luas dan bersifat permanen. Hal ini yang membedakan mural dengan jenis gambar lainnya.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, media yang digunakan untuk mural juga semakin beragam. Mulai dari lantai, meja, hingga langit-langit pun juga terhitung sebagai mural.

Seni mural sudah ada sejak 30 ribu tahun yang lalu, tepatnya saat masa pra-sejarah.

Saat itu terdapat lukisan gua di Lascaux di daerah Prancis Selatan. Cat air yang digunakan berasal dari sari buah.

Kemudian Pablo Picasso juga membuat mural dengan nama Guernica y Luno. Berisi tentang perang sipil Spanyol di tahun 1937.

Guernica karya Pablo Picasso | Sumber: Wikipedia
info gambar

Mural masuk ke Indonesia

Mural sudah ada di Indonesia khususnya di kemerdekaan tahun 1945. Saat itu mural digunakan untuk menyalurkan semangat kemerdekaan pada rakyat Indonesia.

Selain itu mural juga memunculkan komunitas pada era 1990-an seperti Taring Padi dan Apotik Komik, sehingga mural sering disebut sebagai media untuk publik berekspresi dan menyuarakan pendapat.

Kini mural tidak hanya untuk menyuarakan ide, namun juga menjadi kesempatan bagi perusahaan yang ingin beriklan.

Iklan ini disampaikan dengan kreativitas mural agar selain pesannya diterima namun juga menambah kesan estetika.

Contoh mural untuk meningkatkan semangat kemerdekaan | Sumber: Indonesia Zaman Doeloe
info gambar

Mural dan grafiti, sama kah?

Jika melihat definisi dari grafiti sendiri merupakan coretan-coretan dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menulis kata dan simbol tertentu. Alat yang digunakan adalah kebanyakan cat semprot kaleng, kuas, atau kapur.

Jadi sebenarnya mural dan grafiti adalah dua produk seni yang berbeda. Grafiti dibuat untuk menuliskan suatu simbol yang terkadang tidak semua orang dapat memahami, sedangkan mural memang dibuat agar publik dapat memahami pesan yang disampaikan.

Sumber: Imural | Hipwee | Academia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NG
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini