Eksotisnya Kepulauan Banda Tak Pernah Mengada-ada

Eksotisnya Kepulauan Banda Tak Pernah Mengada-ada

Kepulauan Banda | Foto: pergimulu.com

Indonesia memiliki banyak tempat eksotis yang tentunya patut dilestarikan dan dibanggakan. Dari Sabang sampai Merauke memiliki kecantikan nya masing-masing. Artikel kali ini akan membahas keeksotisan dari sebuah kepulauan yang ada di wilayah timur Indonesia.

Banda, memiliki 10 pulau dalam gugusannya. Pulau-pulau tersebut merupakan pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda. Kepulauan Banda memiliki luas 180 km² yang merupakan wilayah Provinsi Maluku. Pusat administratif terdapat pada salah satu pulaunya, yakni Banda Neira yang juga dikenal dengan Banda Naira. Sekitar 15.000 an jiwa mendiami kepulauan ini.

Hebatnya, pada pertengahan abad ke-19 Kepulauan Banda menjadi satu-satunya sumber rempah-rempah Pala. Pada 2005 Kepulauan Banda didaftarkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalamnya Kepulauan Banda memiliki kawasan konservasi yang dinamakan Taman Wisata Perairan (TWP) Taman Laut Banda seluas 2.500 hektare sebagai cagar alam laut.

Dermaga kecil di Pulau Banda Neira | Foto: blackxperience.com

Bila ingin berkunjung ke kawasan TWP Laut Banda bisa ditempuh dari Ambon ke Banda Neira dengan pesawat terbang dan membutuhkan waktu sekitar satu jam, atau bisa juga dengan menggunakan kapal laut dan membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Setelah tiba di Pulau Banda Neira, Kawan GNFI bisa menggunakan perahu carteran selama satu jam untuk sampai di lokasi.

Terumbu karang menjadi salah satu kebanggaan Kepulauan Banda. Sekitar 300 spesies karang keras tercatat memiliki standar dunia yang tinggi terdapat di wilayah Pulau Banda.

TWP Laut Banda | Foto: picdeer

World Wide Fund for Nature (WWF) sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan memiliki tujuan untuk mencapai konservasi global dalam ruang lingkup yang jelas, disebut Ekoregion. Ekoregion merupakan daratan atau perairan besar yang di dalamnya terdapat spesies-spesies komunitas alam dan kondisi lingkungan dalam sebuah lingkup geografis.

Pembagian wilayah ekoregion di Indonesia | Foto: insanpelajar.com

WWF Global 200 mencakup 43 ekoregion. Beberapa wilayah ekoregion tersebut juga merupakan target konservasi laut sebagai prioritas utamanya. Kawan GNFI patut berbangga karena beberapa wilayah Indonesia menjadi tuan rumah ekoregion yaitu Sulu Sulawesi Marine Ecoregion (SSME), Banda Flores Marine Ecoregion (BFME), Bismarck Salomon Seas Ecoregion (BSSE).

Kepulauan Banda adalah bagian dari Banda Flores Marine Ecoregion (BFME). Kriteria utama yang menjadi identifikasi sebuah wilayah ekoregion adalah adanya area geografi yang nyata, adanya komunitas alam dan spesies yang khas (ikan dan karang), kondisi lingkungan (seperti arus, temperatur permukaan laut, kadar garam, dan kedalaman laut).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kekayaan maritim Indonesia tak perlu diragukan lagi. Mari rayakan Hari Maritim Nasional yang diperingati setiap 21 Agustus dengan mencari tahu dan mengenal kekayaan alam maritim negeri ini.

Sumber: wwf.or.id | kkji.kp3k.kkp.go.id | wikipedia.org

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Good News From Indonesia

Maskapai Kargo Terbaik se-Asia Pasifik Juga Disabet Garuda Indonesia Sebelummnya

Maskapai Kargo Terbaik se-Asia Pasifik Juga Disabet Garuda Indonesia

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan,  I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project Selanjutnya

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan, I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.