Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang

Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang

sekelompok orang Minang © Pinterest.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Setiap kota pasti memiliki sejarah tersendiri yang menjadi kebanggaan bagi kota tersebut, salah satunya adalah Sumatera Barat yang memiliki sejarah yang cukup panjang, di mana setiap sejarahnya mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau. Banyak hal menarik dari kota ini yang terkenal dengan masakannya yang khas dan dominan dengan bumbu asli Indonesia.

Padang sebagai Ibu Kota dari Sumatera Barat juga terkenal Suku Minang. Siapa yang tak kenal dengan suku ini? Suku yang terkenal dengan cerita rakyatnya yang begitu melegenda dan tersebar di seluruh tanah air. Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas suku Minangkabau. Selain suku Minang, di wilayah Pasaman di huni oleh suku Mandailing dan suku Batak. Secara geografis, Minangkabau meliputi daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia.

Secara Etimologi nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang (menang) dan kabau (kerbau). Nama itu berasal dari sebuah legenda. Dahulu pada abad ke-13, kerajaan Singasari melakukan ekspedisi ke Minangkabau. Untuk mencegah pertempuran, masyarakat lokal mengusulkan untuk mengadu kerbau Minang dengan kerbau Jawa. Pasukan Majapahit menyetujui usul tersebut dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif. Sedangkan masyarakat Minang menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.

Dalam pertempuran, anak kerbau itu mencari kerbau Jawa dan langsung mencabik-cabik perutnya, karena menyangka kerbau tersebut adalah induknya yang hendak menyusui. Kecemerlangan masyarakat Minang tersebutlah yang menjadi inspirasi nama Minangkabau. Selain itu Istilah Minangakamwa atau Minangkamba berarti Minang (sungai) Kembar yang merujuk pada dua sungai Kampar yaitu Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan.

orang minang dahulu @ buchyar.pelaminanminang.com

Dalam etnis Minangkabau terdapat banyak klan, yang oleh orang Minang sendiri hanya disebut dengan istilah suku. Beberapa suku besar mereka adalah suku Piliang, Bodi Caniago, Tanjuang, Koto, Sikumbang, Malayu, Jambak; selain terdapat pula suku pecahan dari suku-suku utama tersebut. Sebagian besar masyarakat Minang Beragama Islam, diperkirakan Islam masuk melalui kawasan pesisir timur, walaupun ada anggapan dari pesisir barat, terutama pada kawasan Pariaman. Saat ini Sumatera Barat atau Minangkabau terdiri dari 19 kota dan kabupaten, di mana setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing. Baik dari makanan ataupun pakaian yang dikenakan memiliki keunikan yang berbeda.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai orang yang menonjol di bidang perniagaan. Dahulu mereka dikenal pewaris dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dan dinamis. Makanan Minang yang paling terkenal dan sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia adalah masakan padang, masakan ini bahkan sudah dikenal sampai ke mancanegara.

Sumber: Kompasiana | Hipwee



WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Batik Lontara Khas Makassar Merajai Pasar Internasional Sebelummnya

Batik Lontara Khas Makassar Merajai Pasar Internasional

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.