Raynaldo Ginting: Penggiat Rumah Baca di Pelosok Kalbar

Raynaldo Ginting: Penggiat Rumah Baca di Pelosok Kalbar

Naldo dan anak-anak di pedalaman ©Love Borneo

Memiliki keterbatasan fisik bukanlah sebuah alasan untuk kita tidak bisa membantu orang lain. Hal ini dibuktikan oleh Reynaldo Ginting seorang pria dengan perawakan tubuh gempal dan berkumis. Anak kedua dari 3 bersaudara ini 20 tahun yang lalu mengalami insiden yang membuat tangan kirinya bermasalah, namun hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk membantu orang lain.

Pemuda yang lahir di Bekasi pada tanggal 15 maret 1981 ini merupakan salah satu founder dari Komunitas Love Borneo. Komunitas peduli kalbar yang mengunjungi pedalaman serta membangun rumah baca di sana.

“Ingin berbuat sesuatu untuk orang lain” adalah motivasi utama yang membuat Naldo bangkit dari keterpurukannya. Berawal pada tahun 2004, ia mengikuti sebuah sekolah pengembangan karakter yang membuatnya harus tinggal di sebuah pedalaman cukup lama. Awalnya ia merasa kaget dengan keadaan di tempat tersebut yang tidak memiliki toliet, listrik dan kurangnya air bersih. Namun hal itulah yang membuatnya jatuh cinta pada tempat tersebut.

Seiring berjalannya waktu, dengan banyaknya pengalaman mengunjungi pedalaman beliau banyak melihat anak-anak yang tidak bisa membaca dan ia pun berpikir untuk membawa buku, yang ternyata banyak anak-anak yang menyukainya. Lalu dibangunlah sebuah rumah baca yang dijaga oleh salah satu warga yang diberikan kepercayaan.

Anak-anak yang membaca buku @ Love Borneo

Baginya berbagi dan membantu orang lain adalah hal yang membuatnya merasa berguna bagi orang lain ditengah keterbatasan fisik yang ia alami. Walaupun ketika berkunjung ke sana membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain berkunjung kepedalaman serta membangun rumah baca, di sela waktu luangnya Naldo juga sering mengunjungi Lapas anak ataupun Rutan sembari membawa kopi. Hal ini ia lakukan selama bertahun-tahun, hingga saat ini sudah banyak mantan napi yang mengenalnya. Bahkan, ia juga tak sungkan mencarikan pekerjaan untuk para mantan napi yang meminta bantuan kepadanya.

Lapas anak yang dibina oleh Naldo @ Love Borneo

Banyak hal yang ia bagikan di sana baik itu pengalaman hidup ataupun menyampaikan motivasi hidup kepada mereka yang berada disana. Ia hanya ingin orang lain bangkit seperti yang ia lakukan.Doni salah satu anggota dari komunitas Lb mengatakan bahwa “Beliau bisa menjadi seorang inspirator bagi banyak orang, melalui gaya hidupnya dan apapun yang diucapkannya.

Hal ini sesuai dengan yang ia lakukan untuk orang lain yaitu berbagi dengan sesama”. Dia juga mengatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini memberikan dampak untuk orang lain. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 16 rumah baca yang sudah dibangun.

Rumah baca yang paling berkembang saat ini adalah yang di Pangkalan Durian. Jaraknya yang lebih dekat hanya 3 jam saja dari kota membuat rumah baca ini lebih mudah untuk dikunjungi. Banyak yang dikerjakan disana selain dijadikan sebagai rumah baca, tempat itu juga dijadikan sebagai tempat bimbel yang biasa diadakan seminggu sekali.

Jalan menuju rumah baca yang terkena banjir @ Love Borneo

Ketika mengunjungi rumah baca banyak tantangan yang ia alami misalnya infrastrutur menuju rumah baca yang tidak bagus, banjir, ataupun hal lainnya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membangun pendidikan di pedalaman Kalbar.

“Saya pernah merasa tidak berguna dan saya mengalami itu selama bertahun-tahun, bagi saya ini adalah sebuah kesempatan ketika bisa berbuat sesuatu untuk orang lain”ujarnya penuh semangat.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Empal Gentong dan Sejarahnya di Kota Udang Sebelummnya

Empal Gentong dan Sejarahnya di Kota Udang

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono" Selanjutnya

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.