Si Manis Tapi Jadul

Si Manis Tapi Jadul

Kue Gipang ©fokuspriangan.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia adalah negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam dan budaya, tapi juga kaya dengan berbagai kuliner. Dari semua Warisan Kelezatan yang disajikan anda dapat menemukan cita rasa yang beraneka ragam mulai dari manis, gurih, renyah pedas, dan yang pasti sangat lezat.

Dan kita sebagai warga Negara Indonesia wajib untuk terus melestarikan dan mengenalkan kepada penerus anak cucu kita bahkan mengenalkan sampai ke manca Negara sekalipun, bahwasannya warisan leluhur nenek moyang kita akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Nah kali ini kita akan membahas salah satu kue tempo doeloe yang jadi ciri khas Warisan Kelezatan dari daerah Banten yaitu Kue Gipang. Kue Gipang ini merupakan salah satu penganan ringan khas Banten yang cukup populer baik dinikmati sebagai camilan maupun untuk oleh-oleh. Rasanya renyah, manis, sedikit lengket karena terbuat dari ketan yang dicampur dengan air gula.

gipang dengan gula merah | sumber: food.detik.com

Jarak Banten dan Jakarta memang tak begitu jauh. Namun tak banyak yang tahu kalau kota kecil ini juga menyimpan sejumlah penganan yang menggoyang lidah. Salah satu makanan ringan khas Banten yang cukup populer baik dinikmati sebagai camilan maupun oleh-oleh adalah kue gipang.

Gipang atau yang lebih populer dengan sebutan Jipang adalah makanan ringan khas dari daerah Banten. Makanan ringan yang satu ini memiliki citarasa yang manis, sehingga tidak heran jika banyak anak-anak yang menyukainya. Biasanya, Gipang atau Jipang ini sering dijual sebagai oleh-oleh, namun sayang, makanan ringan ini sekarang mulai langka, karena kalah populer dengan jajanan kekinian tampil dengan desain menarik.

Kini gipang bisa dibilang merupakan penganan yang cukup langka, tak banyak lagi penjual penganan ini di luar kota Serang. Bahkan di Banten sendiri gipang hanya dibuat di industri-industri rumahan di kampung-kampung. Padahal makanan ringan ini memiliki potensi yang sangat besar, sebab selain rasanya enak harga gipang pun sangat terjangkau.

Boleh dibilang bahan-bahan pembuat kue gipang sangat sederhana. Bahan utama untuk membuatnya adalah beras ketan putih atau ketan merah. Setelah dikukus, ketan lalu didinginkan dan dicuci air bersih lalu ketan pun dijemur hingga kering. Nah, kemudian barulah digoreng dan dicampur dengan air gula sehingga teksturnya khas sedikit lengket saat disantap.

Kalau jalan-jalan ke kota Serang, penjual gipang bisa ditemukan di perempatan Ciceri, gerbang jalan tol Serang Timur, dan Pasar Lama. Untuk sekantong kue gipang dibandrol dengan harga Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00 saja. Sebuah harga yang terbilang murah untuk camilan jadoel renyah manis ini.

Proses pembuatan gipang | sumber: youtube.com

Bahan-Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Agar bisa membuat Gipang atau Jipang, tentu Anda perlu menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan terlebih dahulu. Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan ini antara lain:
1. Beras ketan sebanyak ½ kilogram atau menyesuaikan dengan keinginan Anda
2. Gula pasir ¼ kg saja atau menyesuaikan dengan tingkat rasa manis yang Anda inginkan
3. Air asam secukupnya
4. Minyak goreng secukupnya
5. Bahan perasa lain jika Anda menginginkan variasi rasa
6. Wadah untuk merendam beras ketan
7. Wadah untuk menjemur ketan
8. Loyang atau cetakan lain untuk mencetak Gipang atau Jipang


Catatan kaki:

renyah dan manisnya kue gipang | jajanan khas banten | warisan kelezatan gipang

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Dangdut Dari Masa Ke Masa Hingga Digemari Oleh Milenial Sebelummnya

Dangdut Dari Masa Ke Masa Hingga Digemari Oleh Milenial

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.