Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni

Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni

Salah satu bentuk pahatan pada bautan Kali Pemali. © Pantura Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Musim kemarau tahun ini terasa panjang. Hujan yang tidak turun sekitar lebih dari 3 bulanan membuat banyak sungai di beberapa daerah terlihat surut. Tidak terkecuali sungai di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang biasa disebut Kali Pemali. Akibat surutnya air di Kali Pemali, batuan yang terdapat di sepanjang kali nampak hingga ke permukaan. Namun, uniknya, ada beberapa batuan yang memiliki bentuk yang berbeda dari batuan lainnya. Terdapat pahatan pada batuan tersebut yang menyerupai bentuk buaya, ular hingga putri duyung.

Apakah ada kaitannya dengan hal mistis terhadap bentuk pahatan batu tersebut?

Sumber Medcom.id

Jawabannya adalah tidak ada kaitannya dengan hal mistis. Ternyata, bentuk pahatan batu tersebut dibuat oleh salah satu warga desa sekitar Kali Pemali. Warga tersebut bernama Komarudin bersama kedua saudaranya yakni Arifin dan Khaerudin. Komarudin mengaku bahwa dirinya bersama kedua saudaranya hanya iseng ketika ditanya alasan memahat batuan di Kali Pemali. Mereka mengerjakan pahatan pada batu Kali Pemali mulai sore hingga malam hari. Akibat ulah keisengan mereka, Kali Pemali kini ramai dikunjungi warga sekitar karena penasaran bentuk pahatan yang ada pada batu. Apalagi, posisi batuan yang memiliki bentuk seperti buaya, ular dan lainnya dapat terlihat dari jembatan yang menghubungkan desa Rengaspendawa dan desa Wanacala kecamatan Songgom.

Komarudin bersama kedua saudaranya mengerjakan pahatan pada batu dengan alat seadanya pun karena Komarudin sudah memiliki keahlian dalam membuat beberapa kerajinan pahat. Hal tersebut terlihat di rumah keluarganya yang memiliki beberapa koleksi pahatan yang berbahan kayu bekas. Menurutnya, beberapa anggota keluarganya memang memiliki keahilan dalam membuat kerajinan salah satunya keahlian dalam memahat dan melukis. Beberapa pahatan yang Komarudin buat pada batuan Kali Pemali antara lain ular, buaya, putri duyung dan tulisan PEMALI.

Salah satu benda peninggalan era Kolonial yang Komarudin temukan di sekitar Kali Pemali. | Sumber Medcom.id

Komarudin tidak takut jika nanti “karya keisengannya” terendam Kali Pemali saat air sungai sudah mulai penuh. Menurutnya, pahatan tersebut nantinya bisa dilihat lagi ketika air sungai surut dan jika tidak terkikis oleh aliran air sungai. Selain menghasilkan karya seni lewat pahatan pada batuan kali, Komarudin juga menemukan berbagai macam benda antik di sekitar Kali Pemali salah satunya koin yang bertuliskan VOC.


Catatan kaki: radartegal | kompas | panturapost

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ada Indonesia di Penghargaan Nobel 2019 Sebelummnya

Ada Indonesia di Penghargaan Nobel 2019

Cara Menggandakan Aplikasi pada iPhone, Bisa untuk WA, Line, Facebook, dan Instagram Selanjutnya

Cara Menggandakan Aplikasi pada iPhone, Bisa untuk WA, Line, Facebook, dan Instagram

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.