Mengenal Rindik, Alat Musik Tradisional Bali

Mengenal Rindik, Alat Musik Tradisional Bali

Rindik © kayumanis

Rindik merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Bali. Alat musik ini, terbuat dari potongan-potonga bambu pilihan yang sudah di proses untuk disiapkan menjadi bahan pembuatan Rindik. Potongan-potongan bambu tersebut kemudian disusun dengan jarak tertentu sehingga menghasilkan suara dan nada. Bentuk alat musik Rindik mirip dengan bentuk Gambang dalam gamelan Jawa namun hal yang membedakan adalah bahan pembuatannya. Jika Gambang terbuat dari potongan-potongan logam, maka Rindik terbuat dari potongan-potongan bambu.

Gambar di atas adalah alat musik Gambang bagian dari gamelan. Gambang memiliki bentuk yang mirip dengan Rindik. | Foto : ciams.ca

Sejarah singkat perjalanan alat musik Rindik berawal dari orang-orang Wengker (kini Ponorogo) yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit. Orang-orang Wengker memiliki alat musik yang bernama Angklung Reyog yang juga digunakan sebagai senjata. Suatu waktu terjadi serangan dari kerajaan Demak yang membuat orang-orang Wengker lari pulang ke Bali sembari membawa Angklung Reyog dan sebagian gamelan. Sesampainya di Bali, mereka kesulitan dalam merangkai alat musik tersebut akibat ada beberapa bagian yang rusak dan berubah posisi. Kemudian Angklung Reyog tersebut ditata ulang dan dapat menghasilkan suara dengan cara dipukul seperti memainkan Gambang. Alat musik tersebut akhirnya diberi nama Rindik yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti ditata rapi dengan celah sedikit.

Bentuk alat musik Rindik yakni potongan-potongan bambu yang berjumlah 11 hingga 13 buah ditata dengan rapi dan terdapat celah di antara potongan-potongan tersebut. Setiap potongan bambu memiliki ukuran yang berbeda dengan nada tangga nada yang berbeda pula. Semakin besar ukuran potongan bambu maka semakin rendah nada yang dihasilkan, sehingga semakin kecil ukuran potongan bambu maka semakin tinggi nada yang dihasilkan. Urutan peletakkan potongan bambu tersebut dimulai dari potongan yang paling besar di sebelah kiri hingaa ukuran paling kecil di sebelah kanan. Rindik memiliki 5 tangga nada utama karena nada yang dihasil oleh Rindik berjenis laras slendro. Cara memainkan alat musik Rindik ini dengan cara dipukul. Kedua tangan memegang masing-masing satu pemukul dengan tugas yang berbeda. Tangan kanan memainkan kotekan dan tangan kiri memainkan melodi.

Penari Joged Bumbung. | Foto : Gramha.net

Fungsi alat musik Rindik ini berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dahulu, di Bali sendiri alat musik Rindik biasa digunakan sebagai hiburan rakyat terutama bagi para petani sebagai salah satu alat musik yang mengiringi pertunjukan tari Joged Bumbung. Namun, kini penggunaan alat musik Rindik kian bervariasi mulai dari mengiringi musik di pernikahan hingga festival budaya.

Indonesia memiliki banyak alat musik tradisional. Meskipun jaman sudah serba digital, namun keberadaan alat musik tradisional perlu dilestarikan. Mari, ketahui dan pelajari berbagai alat musik tradisional sebagai pengisi kearifan lokal Indonesia.


Catatan kaki: kintamani | negeriku

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ini Pesan Emil Untuk Tingkatkan Pariwisata Jawa Timur Sebelummnya

Ini Pesan Emil Untuk Tingkatkan Pariwisata Jawa Timur

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.