Pantai Menganti, Selandia Baru di Pesisir Jawa Tengah

Pantai Menganti, Selandia Baru di Pesisir Jawa Tengah

Hamparan pasir putih Pantai Menganti yang juga diisi oleh perahu para nelayan | Foto: ksmtour.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pantai Menganti adalah salah satu pilihan destinasi wisata tepat bagi mereka yang suka menikmati pemandangan samudera lepas. Lokasi wisata yang berada di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini menyuguhkan panorama pantai berpasir putih yang sekitarnya dikelilingi perbukitan hijau.

Untuk mencapai lokasi pantai yang dijuluki sebagai Selandia Baru di Indonesia ini, pengunjung akan melewati satu-satunya akses yang ada di sana, yaitu Tebing Keteb Widadari. Tak hanya sebagai jalan, lokasi tersebut juga merupakan tebing karst yang mengapit Pantai Menganti.

Nama Pantai Menganti sediri berasal dari kata "menanti". Konon nama itu berasal dari legenda Majapahit yang berkisah tentang seorang panglima yang melarikan diri, karena hubungan asmaranya tak direstui oleh raja.

Dalam kisah tersebut sang panglima dan kekasih berjanji akan kembali bertemu di pantai, namun saat sang panglima kembali untuk memenuhi janjinya sang kekasih tak kunjung datang.

Versi lain menceritakan bahwa nama Pantai Menganti berasal dari kisah persahabatan Wali Songo, Sunan Gresik dan Syekh Subakir yang sempat terpisah saat menyebarkan agama Islam. Mereka pun berjanji akan bertemu kembali. Sunan Gresik yang sampai terlebih dahulu akhirnya setia menunggu kedatangan sahabatnya.

Menikmati indahnya Pantai Menganti

Untuk masuk ke kawasan Pantai Menganti pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp10.000. Ketika sampai, pengunjung akan menemui batuan karang dengan berbagai ukuran yang menghiasi pasir putih di kawasan tersebut.

Airnya yang cukup jernih juga memungkinkan pengunjung untuk melihat biota laut seperti ikan-ikan kecil. Kawasan pantai pasirnya yang berada di sisi barat sendiri juga merupakan lokasi pantai nelayan. Pada siang hari, para nelayan pun kerap memarkir perahu di tepian kawasan tersebut.

Tak hanya pemandangan, lokasi di sekitar Pantai Menganti juga turut diramaikan dengan berbagai warung makan. Lokasi tersebut memungkinkan pengunjung untuk menikmati kuliner laut segar yang diambil langsung oleh para nelayan sekitar.

Ragam hal yang bisa dinikmati di sekitar pantai

Ada beberapa lokasi di sekitar Pantai Menganti yang wajib untuk dikunjungi. Untuk mencapai lokasi-lokasi tersebut pun pengunjung bisa berjalan atau menaiki pick-up/shuttle gratis yang telah tersedia.

Jembatan merah yang seringkali juga disebut jembatan gebyuran | Foto: 17sekians.com

Pertama ada jembatan merah yang berdiri di atas batu-batu karang. Lokasi yang berjarak 300 meter dari pantai tersebut dapat dicapai dengan berjalan kaki atau memakai shuttle bus yang memakan waktu tempuh sekitar 10 menit. Pada lokasi tersebut para pengunjung bisa menikmati sisi lain dari Pantai Menganti.

Lokasi bukit yang dipenuhi pondokan | Foto: jatenglive.com

Selanjutnya jika pengunjung ingin sekadar bersantai dan menikmati semilir angin yang lewat, terdapat lokasi pondokan yang berdiri di Bukit Sigatel. Lokasi yang terletak tak jauh dari jembatan merah tersebut berada di kawasan Tanjung Karang Bata. Untuk bersantai di pondok yang tersedia pengunjung pun hanya dikenakan biaya sewa sekitar Rp10.000 per pondok.

Kawasan Tanjung Karangbata pun memiliki pantai kecil yang dipenuhi bebatuan kecil, yang dipercaya merupakan hasil dari gunung api purba yang ada di kawasan Pantai Menganti.

Selain alamnya, lokasi wisata Pantai Menganti juga menawarkan beberapa fasilitas hiburan yang harganya cukup ringan di kantong, seperti balon udara dan sepeda gantung. Untuk menikmati keduanya, masing-masing wahana pun hanya mengenakan biaya pada para pengunjung sebesar Rp15.000.

Sumber: kompas.com | pantainesia.com | idntimes.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Atlet Para Atletik Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Sebelummnya

Atlet Para Atletik Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Borneo Selanjutnya

Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Borneo

Ariefiani Harahap
@ariefiani_elf

Ariefiani Harahap

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.