Bangkit dari Keterpurukan, Amid Bangkitkan Desa Tani

Bangkit dari Keterpurukan, Amid Bangkitkan Desa Tani

Kang Amid Petani sukses yang bangkit dari keterpurukan © Dhika Satria Prabowo

"Kehidupan berangsur beranjak naik, alhamdulillah. Kenaikan taraf ekonomi para petani kini sudah sampai di atas 50 persen dari per kapita awal saat kita survey," ujar Ade selaku Pendamping Program Desa Tani berlokasi di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Sebelum mulai program, kita cek dulu per kapita dari masing-masing penerima manfaat, setelah itu kita evaluasi. Sebelum beres satu musim, hasilnya meningkat alhamdulillah," lanjut Ade.

Perjalanan hidup inspiratif dari Kang Amid, sebagai Petani Berdaya Eks-Pecandu Narkoba, juga merupakan salah satu tujuan kemandirian dari mustahik menjadi muzaki.

Selain itu, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan kelompok Tani Macakal dalam pemberdayaan para petani Desa Tani. Sebagai Ketua Kelompok Tani Macakal, Tri, mengatakan hal ini memiliki konsep untuk menggali program berkelanjutan.

"Nanti setelah dua tahun garap program ini, kita harus bisa menjadikan petani di sini lebih mandiri. Harus menjadi lebih profesional di dunia pertanian, agar bisa berbudidaya yang baik. Mulai dari pengolahan lahan, produksi, hingga dunia pemasaran," ujar Tri.

"Karena dunia pertanian juga semakin tersisihkan, untuk Lembang sendiri sudah terjadi alih fungsi lahan. Ini adalah beban kami, apakah kami harus tersingkir dari fase itu? Desa Tani ini adalah sebuah upaya bahwa kami harus bisa berjaya di tanah sendiri," lanjutnya.

Selain Buruh Tani, Desa Tani Lembang menargetkan penerima manfaat yaitu Petani Hutan yang merambah hutan dan kini sudah direlokasi di Desa Tani.


Sumber: Kelompok Desa Tani, Dhika S. Prabowo

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tentang Pro-Kontra Rokok Elektrik di Indonesia Sebelummnya

Tentang Pro-Kontra Rokok Elektrik di Indonesia

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning Selanjutnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning

BANI KISWANTO
@bani8

BANI KISWANTO

Travelling dan Kuliner, So Play Hard, Work Hard and Religius

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.