Agar Pendidikan di Indonesia Bisa Lebih Maju

Agar Pendidikan di Indonesia Bisa Lebih Maju

Ilustrasi belajar bersama © Pixabay.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.

Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud), dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas).

Di Indonesia sendiri diberlakukan wajib belajar selama 9 tahun, yaitu SD dan SMP dan sudah tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan juga merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya.

Namun eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi permasalahan, karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya, dan ada juga yang sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali.

Sebenarnya mereka juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang layak. Arah bangsa nantinya ada pada tangan mereka, karena merekalah nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.

Akan tetapi tidak semua dapat mengenyam pendidikan dikarenakan masalah ekonomi. atau kurangnya pengertian bahwa pendidikan itu penting bagi masa depan, dan pendidikan juga penting untuk meraih cita-cita yang diinginkan.

Dengan kemampuan ekonomi yang cukup dan didukung dengan memiliki kemampuan berpikir yang tinggi, dapat mengantarkan ke bangku sekolah yang elite, berkualitas, serta bertaraf nasional maupun internasional.

Di sini pemerintah juga harus memperbaiki mutu pendidikannya yang terdiri dari efektivitas, efisien, serta standarisasi pengajaran di setiap sekolah.

Permasalahan lain yaitu rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana yang diberikan, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, mahalnya biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

Beberapa pakar pengamat pendidikan menyebutkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia semakin menurun, dibuktikan dengan data peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index) dari UNESCO (2000).

Selama ini, banyak pendapat bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak peduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat.

Anggapan seperti itu juga yang menyebabkan efektivitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Sebab, setiap orang mempunyai kelebihan di bidangnya masing-masing, dan diharapkan dapat mengambil pendidikan sesuai bakat dan minatnya, bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain.

Dari tahun ke tahun, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan maju. Negara Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.

Perlu diketahui sebuah negara dikatakan maju bila pendidikan di negara tersebut juga maju. Nah saat ini, kesadaran siswa akan kewajibannya untuk belajar semakin hilang. Mereka hanya ingin sesuatu yang instan tanpa berusaha dengan gigih.

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan ke sistem pendidikan nasional yang lebih baik, serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang.

Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

Dengan meningkatnya kualitas pendidikan akan mengakibatkan sumber daya manusia yang terlahir semakin baik mutunya, dan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

Mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan juga perlu dilakukan. Sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada.

Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Selain itu, perlu juga memberikan solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang berlebihan.

Setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah banyak dipenuhi pembelajaran di luar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan, dll.

Di sini tidak hanya pemerintah yang berusaha memperbaiki masalah-masalah yang ada di dalam pendidikan, tetapi kita juga harus memperbaiki dari diri sendiri dan lebih aktif dalam hal pendidikan.

Terakhir, seebisa mungkin juga menomorsatukan pendidikan, karena jika suatu negara memiliki sumber daya manusia yang berkualitas negara tersebut akan maju.


Referensi: kompasiana | kompasiana | pendidikan.id | sitichotijah269.wordpress

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik Sebelummnya

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer" Selanjutnya

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Yustisi Tasya
@yustisi_12

Yustisi Tasya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.