Tanah Jawa di Selatan Amerika

Tanah Jawa di Selatan Amerika
info gambar utama

Adanya etnis Jawa di Suriname bukan lagi hal yang baru diangkat menjadi bahan bacaan. Tapi keunikan dan rasa tak percaya membuatnya selalu seru untuk disimak.

Bagaimana bisa dengan jarak yang terpisah begitu jauh dari Tanah Air, ternyata ada saudara sebangsa yang beranak-pinak di bagian dunia lainnya? Ini dia jawabannya.

Pada tahun 1890, Pemerintah Kerajaan Belanda mulai mengirimkan tenaga kerja asal Jawa untuk membantu produksi di Suriname. Pada saat itu kondisi Indonesia dan Suriname sama-sama sedang dijajah oleh Belanda.

Alasan lainnya Belanda melakukan migrasi terhadap warga Jawa ke Suriname, adalah situasi perekonomian yang sedang merosot jatuh karena meletusnya gunung berapi.

Sejak tahun tersebut pemerintah belanda terus melakukan tindakan ini hingga tahun 1939, sudah ada sekitar 32.000 tenaga kerja asal Jawa menjadi bagian dan tinggal di Suriname. Sejarah mencatat hal ini sebaagai kolonialisme Belanda.

Ada yang bilang bahwa Suriname adalah "Indonesia" di pantai Laut Atlantik. Bagaimana tidak, negara yang memiliki penduduk sekitar 534 ribu ini, 15 persen di antaranya adalah orang Jawa.

Suasana di sana juga hampir disamakan dengan daerah Kedu, Jawa Tengah (daerah bekas karesidenan).

Kedatangan Orang Jawa di Suriname | Foto: Grid.id
info gambar

Walaupun terpisah jauh dengan tanah kelahiran, budaya Jawa tidak akan pernah mereka lupakan. Mulai dari bahasa hingga resep makanan, yang bagaimana pun caranya harus tidak terputus dengan ciri khasnya sendiri.

Sempat diceritakan bahwa dulu para Jawa-Suriname ini ingin kembali pulang ke Indonesia, tepatnya ke pulau Jawa. Akan tetapi dikarenanakan sudah padatnya populasi yang ada pada pulau Jawa, maka pemerintah mengalihkan kepulangan dan menyediakan tempat bermukim di pulau Sumatra.

Sangat disayangkan pada waktu itu fasilitas yang disediakan sangat kurang dari kata cukup, jadi para Jawa-Suriname ini memutuskan kembali ke Suriname.

Ternyata, orang Indonesia sudah ada setiap sudut dunia ya, jadi jangan takut jika ingin berkunjung ke suatu negara seperti ke Suriname misalnya.

Tapi patut diingat bahwa di manapun kita atau saudara sebangsa kita memijak, tetap jangan sampai terpecah ya! Sebab bagaimana keadaanya juga Indonesia itu akan selalu terpahat di hati dan dalam darah.

Salam Tanah Air Indonesia!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini