Perkenalkan. Ini "Dadali", Drone Pengangkut Manusia Karya Anak Bangsa

Perkenalkan. Ini "Dadali", Drone Pengangkut Manusia Karya Anak Bangsa

Ilustrasi © Unsplash.com

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan drone atau pesawat tanpa awak dengan nama Dadali. Drone ini dapat mengangkut manusia (urban transporter) yang diciptakan oleh PT Aeroterrascan dan PT Chroma International.

Drone untuk pengangkut manusia ini dilengkapi 16 baling-baling, dengan diameter tiap baling 80 cm di mana luasan area yang dipakai untuk tempat pendaratan sekitar 3,5x3,5 m.

Dadali dapat bermanuver hingga ketinggian 40 meter di atas permukaan air laut. Karena tanpa awak, sehingga hanya perlu menentukan tujuan lokasi, Dadali akan bergerak sendirinya sampai ke lokasi.

Drone pengangkut manusia itu dapat menampung beban hingga 120 kilogram, yang mana 50 kilogramnya merupakan beban barang bawaan di luar berat badan penumpang. Drone ini dapat mengangkut satu penumpang karena memiliki satu tempat duduk.

Saat ini, pihak PT Aeroterrascan dan PT Chroma sedang mengembangkan drone yang diperlukan untuk pengiriman kargo dan logistik sehingga bisa dipakai untuk mengatasi pengiriman barang ke pulau-pulau terluar dan mampu melintasi perairan Indonesia.

Drone Dadali | Dok. Lapan


"Drone ini akan menjadi pengangkut barang antar pulau dengan medan yang sulit dan tidak terjangkau kendaraan. Drone ini jadi solusi," kata Thomas.

Sementara, drone untuk kargo dan pengiriman logistik sedang dikembangkan untuk mampu mengangkut barang logistik hingga 120 kilogram.

Drone Dadali | Angkasa News



Setelah mengembangkan drone untuk kargo, perusahaan tersebut akan melangkah lagi dengan pengembangan drone untuk keperluan kesehatan, yakni mengangkut seorang pasien misalnya yang terjebak bencana atau kemacetan.

Selain seorang pasien, drone ini dapat membawa hingga 50 kilogram peralatan pendukung kehidupan pasien. Inilah rangkuman beberapa fakta drone ini:

  1. Mampu mengangkut beban hingga 120 kilogram

    Diketahui, Dadali mampu mengangkut beban hingga 120 kilogram. Di mana 50 kilogram dari beban tersebut merupakan berat di luar berat badan dari penumpangnya.

    2. Hanya mengangkut satu penumpang

    Meski dapat mengangkut manusia, Dadali Drone rancangan LAPAN ini hanya mampu ditumpangi oleh satu penumpang saja, mengingat drone tersebut hanya memiliki satu tempat duduk.

    3. Spesifikasi

    Dadali Drone dilengkapi dengan 16 baling-baling di mana tiap balingnya berdiameter 80 cm. Drone ini dapat dipakai pada area pendaratan yang hanya memiliki luas sekitar 3,5x3,5 meter.

    4. Kecanggihan

    Dadali Drone juga dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Ia dapat bergerak sendiri pada tujuan yang diinginkan hanya dengan menentukan lokasi pada gps yang terdapat pada mesin.

    5. Mampu terbang setinggi 40 meter

    Meskipun mengangkut beban berat, Dadali Drone kebanggaan Indonesia ini rupanya dapat terbang tinggi seperti drone pada umumnya. Diketahui, Dadali mampu bermanuver hingga ketinggian 40 meter di atas permukaan air laut.

    Itulah sederet fakta mengenai Dadali Drone hasil rancangan dari LAPAN. Hingga saat ini, PT Aeroterrascan bersama dengan PT Chroma masih berupaya untuk mengembangkan drone yang nantinya dapat digunakan untuk pengiriman barang dan logistik lainnya.

Sumber : Lapan.go.id

Pilih BanggaBangga77%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Si Mata Belo yang Terancam Punah Sebelummnya

Si Mata Belo yang Terancam Punah

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti Selanjutnya

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.